Museum Louvre, institusi budaya paling terkemuka di dunia, bertindak cepat pascaskandal pencurian mahkota dan perhiasan senilai miliaran rupiah. Sebagai langkah darurat, Louvre secara diam-diam telah memindahkan beberapa permata paling berharganya ke lokasi yang jauh lebih aman: bank sentral negara, Banque de France.
Pemindahan ini mengonfirmasi kekhawatiran serius pihak berwenang Prancis terhadap celah keamanan yang terungkap akibat perampokan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pengawalan Polisi Rahasia di Malam Hari
Menurut laporan dari radio Prancis RTL yang mengutip sumber tanpa nama, pemindahan koleksi berharga dari galeri Apollo museum telah dilakukan pada Jumat (24/10/2025) lalu. Aksi penyelamatan aset nasional ini dilakukan di bawah pengawalan ketat polisi rahasia.
Pemilihan Banque de France sebagai tempat penyimpanan sementara sangat logis. Kantor pusat bank sentral tersebut, yang berlokasi di tepi kanan Sungai Seine, hanya berjarak 500 meter dari Louvre.
Selain kedekatan lokasi, Banque de France terkenal memiliki fasilitas penyimpanan teraman di seantero negeri, termasuk brankas besar yang berada 27 meter di bawah tanah, tempat cadangan emas negara disimpan.
Namun, hingga kini, baik pihak Louvre maupun Banque de France memilih bungkam dan masih belum memberikan komentar resmi apa pun terkait operasi pemindahan rahasia ini.
Pencurian US$102 Juta: Penghinaan Nasional
Keputusan drastis Louvre ini tak lepas dari trauma dan skandal yang ditimbulkan oleh aksi pencurian pada 19 Oktober. Para pencuri berhasil membawa kabur delapan benda berharga dari koleksi Louvre, yang ditaksir memiliki nilai total mencapai sekitar US$102 juta.
Aksi kejahatan yang menggemparkan ini mengungkap celah keamanan yang memalukan di museum yang paling banyak dikunjungi di dunia itu. Para pelaku menggunakan tangga derek untuk memecahkan jendela lantai atas, melancarkan aksinya selama jam buka museum, dan melarikan diri menggunakan skuter.
Berita perampokan tersebut, yang menggambarkan seolah-olah keamanan museum sebesar Louvre bisa ditembus semudah itu, langsung menggema ke seluruh dunia.
Skandal ini memicu introspeksi mendalam bagi pihak berwenang di Prancis, dan oleh banyak pihak di dalam negeri, dianggap sebagai sebuah penghinaan nasional terhadap lambang budaya dan keamanan negara.
Dengan memindahkan perhiasan ke Banque de France, Louvre dan Pemerintah Prancis berharap dapat mengirimkan pesan tegas bahwa mereka telah belajar dari kelalaian tersebut dan berkomitmen penuh untuk menjamin keamanan aset-aset sejarah yang tak ternilai harganya.










