Kasus Ammar Zoni Dinilai Cermin Lemahnya Sistem Lapas, Banyak Oknum yang ‘Bermain’ dari Dalam

Kasus Ammar Zoni Dinilai Cermin Lemahnya Sistem Lapas, Banyak Oknum yang ‘Bermain’ dari Dalam

syahidan.jpg

Sabtu, 18 Oktober 2025 – 13:29 WIB

Ammar Zoni menjalani penahanan usai tertangkap kasus narkoba. (Foto: Antara)

Ammar Zoni menjalani penahanan usai tertangkap kasus narkoba. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pengamat hukum Universitas Tarumanegara, Hery Firmansyah, menilai kasus narkotika yang kembali menjerat artis Ammar Zoni mencerminkan lemahnya sistem pengamanan di dalam lapas. Terlebih, Ammar diduga mengedarkan narkoba.

“Kalau dia menggunakan perangkat komunikasi yang seharusnya dilarang ketika seseorang napi berada didalam lapas maka tentu ada harus diakui dan diperbaiki sistem pengamanan di dalam,” kata Hery saat dihubungi inilah.com, Jakarta, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Hery, pemindahan Ammar Zoni ke Nusakambangan mungkin bisa jadi solusi sebagai efek jera. Namun, untuk mencegah peristiwa yang sama terulang, maka perlu pencegahan yang lebih dari itu. Terutama dalam hal pengamanan di dalam lapas.

Ia juga menyoroti seringnya terjadi praktik-praktik kejahatan yang dilakukan oleh oknum dari dalam lapas.  

“Yang mungkin saja memberikan ruang terhadap kejahatan itu bisa terjadi di dalam terkait akses apapun yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan di dalam,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya, fasilitas di lapas juga perlu dievaluasi. Terutama memasang alat-alat yang bisa mendeteksi terjadinya kejahatan seperti selundupan narkoba.

“Terkait fasilitas dan peralatan yang dapat ditambah agar deteksi kejahatan yang diselendupkan dari luar kedalam dapat terdeteksi dan digagalkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Karanganyar Riko Purnama Candra mengungkapkan pesohor Ammar Zoni telah menempati sel di Lapas Karanganyar, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hari ini setelah dipindahkan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba, Jakarta.

“Langsung dimasukkan ke sel, one man one cell (satu orang satu sel),” ujar Riko melalui pesan singkat yang dilansir dari Antara di Cilacap, Kamis (16/10/2025).

Ammar Zoni, yang belakangan diduga terlibat dalam kasus peredaran narkoba, tiba di Nusakambangan pada Kamis sekitar pukul 07.43 WIB, setelah dipindahkan dari Jakarta bersama lima narapidana berisiko tinggi (high risk) lainnya.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today