Kecelakaan KA Bekasi, Polisi Cek Psikologi Sopir hingga Kelaikan Kendaraan

Kecelakaan KA Bekasi, Polisi Cek Psikologi Sopir hingga Kelaikan Kendaraan

Icon_INILAH GOLD.png

Kamis, 30 April 2026 – 16:38 WIB

Kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan antara taksi Green SM dan KRL di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi pengemudi hingga kelaikan kendaraan yang terlibat.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Komarudin, mengatakan pemeriksaan terhadap sopir taksi berinisial RRP telah dilakukan selama dua hari, yakni Selasa (28/4/2026) dan Rabu (29/4/2026). Pemeriksaan mencakup aspek kesehatan dan kondisi psikologis.

“Semua kita cek, mulai dari kesehatannya, kondisi psikologisnya seperti apa. Karena ini dampaknya luas, jadi harus ekstra detail,” kata Komarudin, Kamis (30/4/2026).

Selain itu, penyidik juga memastikan kelengkapan berkendara sopir, termasuk kepemilikan SIM A yang masih aktif. Namun, polisi belum menarik kesimpulan terkait penyebab utama kecelakaan.

Saat ini, proses Traffic Accident Analysis (TAA) masih berlangsung. Polisi menelusuri berbagai kemungkinan, tidak hanya faktor manusia, tetapi juga kondisi kendaraan, jalan, hingga cuaca saat kejadian.

“Faktor yang kami lihat mulai dari human error, kendaraan, jalan, sampai cuaca. Semua masih dalam kajian,” ujar Komarudin.

Polisi juga mendalami dugaan kendaraan mogok saat melintas di rel. Salah satu kemungkinan yang dikaji adalah pengaruh medan magnet di sekitar rel kereta, yang dalam beberapa kasus disebut bisa menyebabkan mesin kendaraan mati mendadak.

Di sisi lain, penyidik turut memeriksa pihak dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), termasuk masinis dan petugas stasiun, sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi rangkaian penyelidikan agar penyebab kecelakaan dapat diungkap secara utuh.

Hingga kini, polisi menegaskan proses penyelidikan masih berjalan dan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 7 times, 1 visit(s) today