Kelakar Purbaya Balas Curhat Maruli soal Utang Jembatan Aceh: Jaminannya Apa?

Kelakar Purbaya Balas Curhat Maruli soal Utang Jembatan Aceh: Jaminannya Apa?

Clara Medium.jpeg

Selasa, 30 Desember 2025 – 19:35 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana bersama pemerintah dan pimpinan DPR, Selasa (30/12/2025). (Foto: Tangkapan layar/ Inilah.com/ Clara Anna S)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana bersama pemerintah dan pimpinan DPR, Selasa (30/12/2025). (Foto: Tangkapan layar/ Inilah.com/ Clara Anna S)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons santai curhatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak yang mengaku mengalami kendala pendanaan dalam pembangunan jembatan di wilayah terdampak bencana hingga harus berutang.

Purbaya mengaku baru mengetahui adanya persoalan pendanaan yang dialami TNI Angkatan Darat. Padahal, selama ini pencairan anggaran penanganan bencana disebut berjalan lancar melalui mekanisme satu pintu.

“Jadi kalau peran Menteri Keuangan sedikit, Pak, karena kami di belakang. Kami cuma bayar kalau ada tagihan,” ujar Purbaya dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana bersama pemerintah dan pimpinan DPR, Selasa (30/12/2025).

Ia menjelaskan, penyaluran dana dilakukan melalui satu pintu, yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam kesempatan itu, Purbaya sempat melontarkan kelakar kepada Maruli yang duduk di sebelahnya.

“Yang kami tahu kan selama ini satu pintu lewat BNPB, harusnya sudah kita anggap lancar tadinya. Tapi saya baru tahu bahwa sebelah saya punya utang banyak rupanya,” kata Purbaya.

Tak berhenti di situ, Purbaya juga melontarkan candaan soal jaminan pembayaran utang pembangunan jembatan tersebut.

“Bapak kalau ngutang jembatan jaminannya apa?” tanya Purbaya.

“Ya tentara, Pak,” jawab Maruli yang disambut tawa peserta rapat.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak mengungkapkan sulitnya pembangunan jembatan pascabencana di Aceh akibat berbagai kendala, mulai dari keterbatasan bahan baku hingga persoalan pendanaan.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan jenis jembatan yang paling sesuai dengan kondisi wilayah terdampak.

“Kami sudah memutuskan ada tiga jenis jembatan yang akan kami buat, jembatan Bailey, jembatan Armco, dengan jembatan perintis atau jembatan gantung,” ujar Maruli dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana bersama pemerintah dan pimpinan DPR, Selasa (30/12/2025).

Maruli menyebut keterbatasan bahan baku membuat material jembatan harus didatangkan dari Jakarta ke Aceh. Proses distribusi tersebut pun terkendala akibat kondisi jalan yang rusak.

“Di Aceh juga sampai turun di pelabuhan mau bergeser ke tempat untuk pengerjaan juga banyak yang terhambat di jalan, ada yang sampai satu minggu, Pak, nunggu penyelesaian,” kata Maruli.

Hingga saat ini, TNI AD telah membangun 22 jembatan Bailey di wilayah terdampak bencana, ditambah 14 jembatan Bailey dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selain itu, sebanyak 39 jembatan Armco telah disiapkan di Aceh.

Terkait sistem pendanaan, Maruli mengaku pembangunan jembatan masih dilakukan dengan skema swadaya.

“Bahwa sampai dengan saat ini kami belum mengerti sistem keuangannya, Pak. Kita swadaya semua ini, Pak. Ya, sementara mungkin sampai pertengahan bulan depan kita masih kuat, Pak. Setelah itu ya sudah korek-korek,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan Armco dilakukan dengan cara berutang demi mempercepat proses pengerjaan.

“Selanjutnya juga untuk Armco sampai pabrik-pabriknya itu kita borong semua, Pak, habis. Suruh bikin lagi, habis. Udah tiga tahap kita sudah kerjakan. Itupun ya saya nanti bisik-bisik Bapak aja, Pak, itu masih utang, Pak,” tutur Maruli.
 

Visited 2 times, 1 visit(s) today