Kebiasaan scrolling media sosial hingga dini hari ternyata juga bisa mengganggu metabolisme tubuh, meningkatkan risiko penyakit kronis, hingga memengaruhi kesehatan mental. (Foto: Getty Images/Zhanna Danilova)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kebiasaan menggulir (scrolling) media sosial hingga dini hari bukan sekadar membuat mata lelah atau memicu munculnya kantung mata hitam. Lebih dari itu, kurang tidur akibat kebiasaan ini secara diam-diam mengancam metabolisme, mendongkrak risiko penyakit kronis, hingga merusak kesehatan mental.
Dokter bedah bariatrik dan metabolik, Dr. Dinesh Thakur, memperingatkan bahwa kurang tidur membawa dampak buruk yang sangat luas bagi tubuh. Itulah mengapa kebiasaan begadang hanya demi berselancar di dunia maya hingga pukul dua dini hari harus segera dihentikan agar tubuh memiliki waktu memadai untuk memulihkan diri.
“Kalian semua tidak akan pernah tidur larut malam lagi setelah mengetahui ini. Tidur larut malam bukan hanya tentang lingkaran hitam di mata, tetapi juga secara diam-diam merusak kesehatan dengan cara yang tak pernah dibayangkan,” ujar Dinesh.
Metabolisme Kacau dan Risiko Penyakit Kronis
Peringatan medis ini sejalan dengan hasil penelitian yang dipublikasikan oleh National Heart, Lung, and Blood Institute pada 15 Juni 2022. Studi tersebut membuktikan bahwa tidur kurang dari tujuh hingga delapan jam setiap malam dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh secara drastis.
Tak main-main, kebiasaan buruk ini juga memicu risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, stroke, hingga mengacaukan fungsi kognitif seperti konsentrasi dan daya ingat.
Picu Hormon Lapar dan Tumpukan Lemak Perut
Dinesh menambahkan, kebiasaan menatap layar ponsel menjelang pagi ikut mengacaukan hormon yang mengatur rasa lapar. Kondisi inilah yang membuat seseorang lebih mudah lapar dan terdorong menyantap makanan tinggi kalori di malam hari, memperlambat sistem metabolisme, serta mempercepat penumpukan lemak di area perut.
Selain memicu kegemukan, kurang tidur juga melonjakkan kadar hormon stres kortisol dan mengganggu sensitivitas insulin. Alhasil, pintu bagi penyakit diabetes dan gangguan sistem kardiovaskular pun terbuka semakin lebar.
Ancaman Nyata Kesehatan Jiwa
Dampak psikologisnya pun tidak kalah mengerikan. Mereka yang gemar begadang terbukti lebih rentan mengalami kelelahan kronis, gampang cemas, emosi tidak stabil, hingga penurunan kualitas kesehatan mental secara drastis.
“Tidak ada kopi yang dapat menggantikan kurangnya tidur nyenyak yang berfungsi memulihkan tubuh,” kata Dinesh menegaskan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai membatasi penggunaan gawai di malam hari dan disiplin menjaga durasi tidur yang cukup. Tidur tepat waktu menjadi langkah paling sederhana namun ampuh untuk menjaga berat badan tetap ideal, mendongkrak energi harian, serta menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













