Komisi X DPR: Kasus Siswa Bunuh Diri di NTT Koreksi bagi Sistem Pendidikan dan Perlindungan Sosial

Komisi X DPR: Kasus Siswa Bunuh Diri di NTT Koreksi bagi Sistem Pendidikan dan Perlindungan Sosial

Diana Medium.jpeg

Rabu, 4 Februari 2026 – 13:15 WIB

Surat siswa SD di NTT dan artinya. (Foto: Instagram)

Surat siswa SD di NTT dan artinya. (Foto: Instagram)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian menyebut tragedi tewasnya seorang siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena bunuh diri, bukan sekadar kabar duka melainkan alarm keras bagi negara dan masyarakat.

“Peristiwa yang sangat menyayat hati dan tidak bisa diterima di negara mana pun. Anak usia 10 tahun seharusnya dilindungi dan dibantu, bukan sampai merasa putus asa hanya karena buku dan pena,” ujar Hetifah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, kasus ini menunjukkan koreksi terhadap sistem pendidikan, perlindungan sosial, dan kepedulian dengan lingkungan sekitar.

“Pendidikan dasar seharusnya benar-benar gratis dan inklusif, tanpa membebani anak dari keluarga miskin. Ke depan, sistem pendidikan harus benar-benar menjamin sekolah dasar gratis termasuk perlengkapan belajar,” tuturnya.

Perlindungan sosial kata Hetifah, harus aktif dan tepat sasaran bagi keluarga rentan tanpa menunggu tragedi terjadi.

“Kepedulian sosial juga wajib dibangun kuat di sekolah dan masyarakat, agar setiap anak yang kesulitan segera dibantu dan tidak pernah merasa sendirian menghadapi kemiskinan,” pungkasnya.

Peristiwa tragis ini, dilaporkan terjadi setelah korban meminta dibelikan perlengkapan sekolah kepada ibunya, namun tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik sebagai simbol mendesaknya pemerataan sarana penunjang pendidikan di pelosok negeri.

Visited 5 times, 1 visit(s) today