Menteri Ekonomi Prancis Roland Lescure memprediksi kerugian negaranya mencapai 6 miliar euro akibat eskalasi di Iran. (Foto: AFP/Saul Loeb)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketegangan yang terus mendidih di wilayah sekitar Iran mulai mengirimkan gelombang kejut ke daratan Eropa. Pemerintah Prancis melaporkan bahwa krisis geopolitik di Timur Tengah tersebut berpotensi menguras kantong perekonomian mereka hingga miliaran euro.
Menteri Perekonomian dan Keuangan Prancis, Roland Lescure, mengungkapkan bahwa estimasi kerugian yang diderita ekonomi Prancis berada di angka 4 miliar hingga 6 miliar euro, atau setara dengan Rp80,6 triliun hingga Rp120,9 triliun.
“Krisis ini masih sangat tidak pasti dalam hal perkembangannya, baik dampak terhadap ekonomi maupun keuangan publik,” ujar Lescure dalam wawancaranya dengan radio RTL, Selasa (21/4/2026).
Langkah Pencegahan Darurat
Lescure mengakui bahwa perhitungan tersebut saat ini masih bersifat samar karena dinamika di lapangan yang sangat cepat berubah. Namun, pemerintah Paris tidak mau kecolongan dan mulai menyiapkan “langkah-langkah pencegahan” untuk meminimalkan dampak guncangan tersebut.
“Kami memperkirakan potensi kerugian mencapai angka tersebut. Pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai respons terhadap krisis ini,” tambahnya tanpa merinci langkah teknis yang dimaksud.
Kabar baiknya, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu dijadwalkan akan segera mengumumkan paket dukungan baru bagi pelaku ekonomi. Kebijakan stimulus ini diprediksi mulai berlaku pada Mei mendatang guna menjaga daya tahan industri dalam negeri.
Eskalasi Tanpa Henti
Krisis ekonomi ini merupakan ekor dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah titik di Iran pada 28 Februari lalu. Meskipun sempat ada napas lega saat Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata dua pekan pada 7 April, situasi kembali buntu.
Perundingan lanjutan yang dimediasi di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan berarti. Bahkan, meski belum ada pernyataan resmi mengenai dimulainya kembali kontak senjata, AS telah melancarkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.
Langkah blokade sepihak ini memicu kekhawatiran global akan terganggunya rantai pasok energi dan logistik internasional. Saat ini, para mediator internasional masih berpacu dengan waktu untuk menyeret kembali kedua pihak ke meja perundingan guna mencegah keruntuhan ekonomi global yang lebih dalam.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










