Lawan Keputusan CAF, Timnas Senegal Nekat Pamer Trofi Piala Afrika di Prancis

Lawan Keputusan CAF, Timnas Senegal Nekat Pamer Trofi Piala Afrika di Prancis

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 29 Maret 2026 – 06:40 WIB

Abaikan Sanksi CAF, Koulibaly dan Skuad Senegal Pamerkan Trofi AFCON di Stade de France. (Foto: BBC)

Abaikan Sanksi CAF, Koulibaly dan Skuad Senegal Pamerkan Trofi AFCON di Stade de France. (Foto: BBC)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Timnas Senegal menunjukkan sikap perlawanan terbuka terhadap Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Skuad Singa Teranga nekat memamerkan trofi Piala Afrika (AFCON) di hadapan ribuan pendukungnya jelang laga persahabatan melawan Peru di Stade de France, Saint-Denis, Sabtu (28/3).

Aksi unjuk piala yang dipimpin langsung oleh kapten Kalidou Koulibaly dan kiper Édouard Mendy ini seolah mengabaikan keputusan kontroversial CAF pekan lalu, yang secara mengejutkan mencopot status juara Senegal dan melimpahkan gelar tersebut kepada Maroko.

Asosiasi Sepak Bola Senegal memang sengaja merencanakan presentasi trofi ini di pinggiran kota Paris, memanfaatkan besarnya jumlah basis pendukung dari kelompok diaspora Senegal di Prancis.

Melawan “Perampokan Administratif”

Awal pekan ini di ibu kota Prancis, Presiden Asosiasi Sepak Bola Senegal, Abdoulaye Fall, melontarkan kecaman keras. Ia menyebut timnya sebagai korban dari “perampokan administratif yang paling tidak adil” dalam sejarah sepak bola. Fall berikrar akan membela kehormatan para pemainnya habis-habisan di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss.

Tim hukum Senegal menegaskan bahwa negara tersebut secara sah masih menganggap diri mereka sebagai Raja Afrika.

Seperti diketahui, dewan banding CAF sebelumnya memutuskan bahwa Senegal dianggap kalah walkover (WO) atau gugur di partai final. Imbasnya, kemenangan 1-0 Senegal di babak perpanjangan waktu dianulir dan diubah menjadi kemenangan default 3-0 untuk tuan rumah Maroko.

Sanksi berat tersebut dijatuhkan karena para pemain Senegal, yang dipimpin oleh pelatih mereka, sempat melakukan aksi mogok dan meninggalkan lapangan selama 15 menit. Aksi walk-out itu merupakan bentuk protes keras terhadap keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kepada Maroko di tengah laga final yang kacau balau pada bulan Januari lalu.

Desak Investigasi Korupsi dan Sidang Kilat CAS

Banding resmi Senegal untuk memulihkan status juara mereka telah didaftarkan ke CAS pekan ini. Pemerintah Senegal bahkan ikut turun tangan dengan menuntut dilakukannya penyelidikan internasional terkait dugaan korupsi di dalam tubuh internal CAF.

Secara umum, proses banding di CAS biasanya memakan waktu berbulan-bulan hanya untuk menjadwalkan sidang, dan butuh tambahan waktu untuk mengumumkan putusan akhir. Namun, tim pengacara Senegal berencana mendesak CAS agar membuka prosedur kilat (expedited procedure). Jika pihak Federasi Maroko dan CAF menyetujui percepatan ini, kasus sengketa gelar juara Afrika tersebut diharapkan bisa diselesaikan dalam kurun waktu dua bulan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 8 times, 1 visit(s) today