Legislator Ngaku Tahu Sosok Politikus Minta Jatah Dapur MBG, Manajemen BGN Harus ‘Di-refresh’

Legislator Ngaku Tahu Sosok Politikus Minta Jatah Dapur MBG, Manajemen BGN Harus ‘Di-refresh’

Clara Medium.jpeg

Senin, 29 September 2025 – 18:24 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago (Foto:inilahcom/clara)

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago (Foto:inilahcom/clara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mengaku tahu siapa politikus yang meminta jatah pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tapi menolak menyebut nama.

Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan perbaikan tata kelola agar program andalan Presiden RI Prabowo Subianto tidak dikendalikan oknum yang punya kepentingan politik.

“Saya kira begini, kalau menurut saya soal itu kan politis ya, kalau saya nggak mau masuk di sisi politis, karena saya tahu persis kok yang sebetulnya yang menguasai kuota itu siapa,” ujar Irma kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/9/2025).

Dia mendesak BGN melakukan ‘refresh’ manajemen dan menempatkan orang yang benar-benar kompeten, bukan sekadar memberi posisi karena jasa politik.

“Saya nggak perlu ngomong ya, tapi saya ngomong ke BGN tolong perbaiki, tolong refresh kembali. Ini orang-orang ini jangan juga kemudian cita-cita presiden untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi jadi tidak bisa karena dikuasai oleh oknum-oknum tertentu,” kata dia.

Irma menekankan agar reformasi di tubuh BGN tak sebatas retorika. Posisi manajerial di BGN, menurutnya, harus diisi oleh mereka yang paham soal gizi dan operasional dapur, bukan hanya orang yang dianggap berjasa secara politis.

“Harus ada kebijakan diri dari BGN untuk melakukan reformasi agar orang-orang yang duduk di sana betul-betul orang-orang yang memang memahami, ya memahami makan bergizi ini gitu. Jangan sekedar naruh orang karena orang itu memang harus ditaruh karena mungkin pernah berjasa dan lain sebagainya,” tegas dia.

Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang sebelumnya mengaku mendapat permintaan jatah dari seorang politikus dan memilih langsung memblokir nomor yang bersangkutan.

“Ada yang WA saya, malah minta dapur. Saya jawab, eh kamu politikus bukannya bantu saya komunikasi soal keracunan, malah minta dapur. Langsung saya block, block, block!” ujar Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Nanik memperingatkan bahwa pengelolaan dapur MBG bukan ladang bagi keuntungan politik; jika ada pihak yang bermain, ancamannya adalah penutupan.

“Mau punya jenderal, mau punya siapa, kalau melanggar akan saya tutup. Saya enggak peduli, karena ini menyangkut nyawa manusia. Jangan main-main sama urusan kesehatan anak,” tegasnya.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today