Luhut ke Purbaya: Family Office tak Gunakan Duit Negara

Luhut ke Purbaya: Family Office tak Gunakan Duit Negara

Clara Medium.jpeg

Kamis, 16 Oktober 2025 – 20:24 WIB

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) meninjau pengolahan kopi di Kampung Kopi Lerek Gombengsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (2/10/2025). (Foto: Antara Foto/Budi Candra Setya/agr).

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) meninjau pengolahan kopi di Kampung Kopi Lerek Gombengsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (2/10/2025). (Foto: Antara Foto/Budi Candra Setya/agr).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan membantah pembangunan family office menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Hal itu merupakan respon dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak menggunakan APBN.

“Engga, engga (pakai APBN). Yang biayain dia sendiri (investor), kan orang yang taruh duitnya disitu. Dia taruh duitnya di Indonesia, kita tidak pajakin waktu dia naruh. Tapi waktu dia investasikan proyek-proyek Indonesia, itu yang kita pajakin,” ujar Luhut, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Dia menegaskan, pemerintah nantinya harus melindungi kerahasian dan keamanan dalam family office ini. Hal itu guna menumbuhkan kepercayaan investor terhadap pemerintah Indonesia.

“Dan itu kita harus. Karena betul-betul guarantee bahwa uang dia itu tidak hilang,” kata dia.

Luhut membocorkan bahwa minat untuk masuk dalam proyek family office di Indonesia banyak. Adapun peminat datang dari negara Singapura dan China.

“Sekarang Singapura mereka capek juga mungkin taruh sana. Di Tiongkok, mereka pikir-pikir kenapa di Tiongkok, bisa nggak di Indonesia, dan seluruhnya. Banyak sekali,” jelasnya.

Luhut menjelaskan bahwa proyek family office masih dipertimbangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Adapun, Bali jadi lokasi pilihan untuk pembangunan ini. Namun, dia mengaku membuka peluang membangun family office di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“IKN nanti bisa aja, tapi saya bilang kita ini gini ya, kita jangan terus mau semua nggak jadi, nggak jadi-jadi satu pun nanti,” tutur dia.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today