Petenis AS Ben Shelton berpose dengan trofi setelah meraih gelar BMW Open by Bitpanda dengan mengalahkan petenis Italia Flavio Cobolli pada babak final di Munich, Jerman, Minggu (19/4/2026). (Foto: ATP/Tour/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ben Shelton akhirnya menuntaskan rasa penasarannya di tanah Jerman. Petenis muda Amerika Serikat ini sukses merengkuh gelar ATP Tour kelimanya setelah menumbangkan unggulan keempat, Flavio Cobolli, di partai final BMW Open by Bitpanda, Munich, Minggu (19/4/2026).
Kemenangan dua set langsung 6-2 dan 7-5 ini menjadi momen penebusan sempurna bagi Shelton. Pasalnya, tepat 12 bulan lalu, ia terpaksa menelan pil pahit setelah kalah dari Alexander Zverev di stadion yang sama. Kali ini, sejarah tidak dibiarkan berulang. Shelton tampil dingin untuk membukukan kemenangan perdananya atas petenis 20 besar dunia di lapangan tanah liat.
Dominasi Sejak Awal Laga
Shelton langsung menggebrak sejak set pertama dimulai. Unggulan kedua ini mematahkan servis Cobolli di gim pembuka dan menunjukkan ketangguhan mental saat menyelamatkan enam break point krusial. Momentum ini menjadi kunci bagi Shelton untuk mendikte permainan dan menutup set pertama dengan skor telak 6-2.
Memasuki set kedua, Cobolli yang baru saja menyingkirkan Alexander Zverev di semifinal mencoba memberikan perlawanan sengit. Namun, servis gledek Shelton menjadi tembok yang sulit ditembus. Petenis Italia itu akhirnya menyerah setelah melakukan kesalahan ganda (double fault) yang fatal di kedudukan 5-5, memberikan jalan bagi Shelton untuk mengunci gelar juara dalam waktu 90 menit.
“Saya bermain dengan level yang sangat tinggi. Hal tersulit adalah menjaga konsistensi saat lawan mulai meningkatkan tekanan,” ujar Shelton usai laga, sebagaimana dikutip dari laman resmi ATP.
Jejak Sejarah Andre Agassi
Kemenangan di Munich ini menorehkan tinta emas dalam sejarah tenis Amerika Serikat. Ben Shelton menjadi petenis pria AS pertama yang mampu menjuarai turnamen lapangan tanah liat level ATP 250 sejak legenda Andre Agassi melakukannya di Roma pada 2002 silam.
Catatan ini sekaligus menegaskan ambisi besar Shelton untuk tidak hanya dikenal sebagai pemain spesialis lapangan keras (hard court). “Saya punya ambisi besar untuk lapangan tanah liat. Perlahan, ini mulai menjadi salah satu permukaan favorit saya untuk bermain,” tegas petenis berusia 23 tahun tersebut.
Meroket di Peringkat Dunia
Berkat tambahan poin dari Munich, posisi Shelton di tabel klasemen ATP Live Ranking kini meroket ke peringkat enam dunia. Ia hanya terpaut 30 poin dari Felix Auger-Aliassime yang berada di posisi kelima.
Selain gelar juara, Shelton juga mencatatkan sejarah sebagai petenis pria AS pertama yang memenangi tiga gelar ATP 500 sejak seri ini diperkenalkan pada 2009. Kini, fokus Shelton beralih ke turnamen besar selanjutnya di Madrid dan Roma dengan kepercayaan diri yang melambung tinggi.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










