Menkeu Purbaya Klaim Gaya Koboinya Naikkan IKKP, Bukti Kepercayaan Publik

Menkeu Purbaya Klaim Gaya Koboinya Naikkan IKKP, Bukti Kepercayaan Publik

Ikhsan Medium.jpeg

Selasa, 28 Oktober 2025 – 02:03 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena kebijakan fiskal, melainkan karena ia secara lugas membela gaya komunikasi yang selama ini dicap santai dan koboi. Purbaya menegaskan, gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos tersebut adalah strategi yang berhasil dalam membalikkan sentimen negatif dan meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Purbaya tidak bicara tanpa dasar. Ia membawa data Indeks Kepercayaan Konsumen kepada Pemerintah (IKKP) yang dirilis oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai bukti sahih.

Kepada media di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025), Purbaya menunjukkan hasil survei yang mencolok. Ia menjelaskan, IKKP tercatat melonjak dari 101,5 pada September 2025 menjadi 113,3 pada Oktober 2025 –sebulan setelah ia menjabat.

“Ini kemarin waktu bulan Agustus September ini turun ke titik terendah. Ini titik banyaknya demo,” ujar Purbaya, merujuk pada periode gejolak yang dipicu ketidakpercayaan publik.

“Tapi kita lakukan kebijakan yang mungkin untuk sebagian kalangan agak drastis agak ceplas-ceplos tapi ini berhasil membalikkan sentimen masyarakat.”

Korelasi Kuat: Ekonomi Buruk, Publik Marah

Menkeu Purbaya menegaskan, ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah memiliki korelasi kuat dengan kondisi perekonomian yang melemah. Ia mencontohkan daya beli yang sempat tertekan pada awal tahun, memicu demonstrasi besar-besaran.

Namun, kondisi itu berbalik seiring perbaikan ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kuartal II-2025 menunjukkan konsumsi rumah tangga –motor utama ekonomi– tumbuh solid 4,97 persen secara tahunan (yoy), naik tipis dari 4,95 persen (Kuartal I-2025) dan 4,93 persen (Kuartal II-2024). Kontribusi konsumsi rumah tangga ini mencapai 54,25 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Daya beli juga membaik ketika ekonominya bagus, ini ada korelasinya, ketika ekonominya buruk mereka tidak suka pemerintah… Tapi ketika mulai balik (pertumbuhan ekonomi) mereka juga senang ke pemerintah,” paparnya.

Dengan logika ini, Purbaya menyimpulkan bahwa gaya komunikasinya adalah catalyst (katalis) yang diperlukan untuk mempercepat pemulihan sentimen. “Jadi sepertinya saya koboi tapi yang saya lakukan adalah mengembalikan kepercayaan Masyarakat ke pemerintah,” tambahnya.

Gaya Koboi Adalah Perintah Prabowo

Bendahara negara itu kemudian membuka kartu AS, menegaskan bahwa gaya koboi dan kebijakan yang terkesan drastis tersebut bukanlah inisiatif pribadi, melainkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya tunggal: mendorong pertumbuhan ekonomi secara agresif demi mengejar target pertumbuhan 8 persen selama periode kepemimpinan Prabowo.

“Jadi saya tidak berani gerak sendiri. Saya hanya perpanjangan tangan di Bapak Presiden kira-kira begitu. Dengan versi yang lebih halus malah,” ungkap Purbaya. Ia menceritakan bahwa Presiden memberinya lampu hijau penuh.

“Saya pernah bilang ke beliau, ‘Saya akan memastikan belanjanya tepat waktu,’ beliau bilang, go ahead saja, jalan. Kenapa? Karena kita perlu ekonomi yang lebih cepat. Di triwulan keempat sudah mulai kelihatan, kan? Saya harus harapkan ke depan lebih bagus lagi,” ucap Menkeu Purbaya, menggarisbawahi komitmennya untuk menggunakan segala cara, termasuk gaya komunikasi unik, demi mencapai target ambisius negara.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today