Menkeu Purbaya Roasting Ketua Banggar soal Minyak Goreng: Saya Kasih 5 Liter tapi Gak Berani

Menkeu Purbaya Roasting Ketua Banggar soal Minyak Goreng: Saya Kasih 5 Liter tapi Gak Berani

Clara Medium.jpeg

Selasa, 23 September 2025 – 13:36 WIB

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Tangkapan Layar).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Tangkapan Layar).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyinggung Ketua Badan Anggaran (Banggar), Said Abdulah soal penambahan Paket Stimulus Ekonomi 8+4+5.

Mulanya, dalam paket tersebut berisi 10kg beras dan 1 liter minyak goreng. Namun, saat rapat kerja bersama Banggar, Said meminta untuk menambah jumlah liter minyak goreng. Hal iu kemudian disinggung oleh Purbaya saat Rapat Paripurna.

“Tadinya pemerintah membutuhkan 2 bulan 10 kg (beras) masing-masing bulan, terus satu liter (minyak goreng). Itu tadinya, terus Pak Said minta dua, saya challenge, ‘yawudah kenapa 2? 5 liter aja sekalian.’ yang enggak berani Pak Said rupanya,” ujar Purbaya saat Rapat Paripurna, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

“Jadi jangan salahkan saya, Pak Said enggak berani, ‘Saya minta 2 aja’, yaudah saya kasih 2. Jadi saya sudah jawab ya Pak Said ya, dan ini baru awal,” tambah dia.

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan akan menyisir anggaran yang tidak terserap dengan baik. Hasilnya, dana tersebut akan digunakan untuk subsidi paket stimulus dalam hal ini penambahan minyak goreng 2 liter.

“Kita siap Pak, kita akan sisir, pasti saya sudah siap lihat tuh banyak anggaran yang tidak terserap, daripada nongkrong di sana, di BI atau di rekening pemerintah, saya bagikan ke masyarakat dalam bentuk subsidi tadi. 2 bulan itu masih percobaan Pak, kalau masih kurang, kita tambah lagi, jadi bapak enggak usah takut, saya komit,” jelas dia.

“Tapi yang kurang komit Pak Said rupanya, dia lima enggak berani, turun ke dua. Aneh, kan yang punya uang saya, harusnya dia oke, tapi enggak apa-apa, ini artinya Pak Said hati-hati sekali,” tambahnya.

Meskipun begitu, dia mengungkapkan alasan Banggar mengerem kebijakannya tersebut guna mengontrol anggaran agar tidak digunakan sewenang-wenang demi menjaga keseimbangan fiskal.

“Saya terima kasih atas dukungan, sehingga saya enggak terlalu koboi banget. Jadi kita jaga kesinambungan fiskal yang baik. Ini masukan yang baik dari DPR, dari Banggar sehingga ada kontrol dari Banggar agar kami tidak sewenang-wenang menggunakan anggaran kami,” ucapnya.

Purbaya berharap, Banggar DPR dapat memberikan masukan kepada Kementerian Keuangan untuk mengontrol anggaran. Dia pun meminta agar anggaran yang nganggur untuk dapat digunakan ke sektor yang produktif.

“Jangan kayak kemarin-kemarin udah mau runtuh ekonominya baru kita tahu. Ya pak ya. Jadi banggar juga tolong kasih masukan ke kami. Kami akan jalankan untuk terima masukan dari DPR dengan terbuka karena tujuan kita sama, menciptakan masyarakat adil dan makmur secara merata,” ucapnya.
 

Topik
Komentar

Visited 6 times, 1 visit(s) today