Menkeu Purbaya Sebut Meski Ada Ancaman Geopolitik Ekonomi RI Masih Resilien

Menkeu Purbaya Sebut Meski Ada Ancaman Geopolitik Ekonomi RI Masih Resilien


Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ekonomi Indonesia masih resilien meski dihadapkan dengan gejolak ketidakpastian. Hal itu ditunjukan melalui data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 sebesar 5,12 persen.

“Meskipun tarif tinggi terhadap Amerika Serikat diberlakukan terhadap berbagai negara, sejumlah negara masih menunjukkan resilien dari sisi pertumbuhan ekonomi hal ini terlihat ketika kebijakan tarif di umumkan pada bulan April aktivitas perdagangan dan produksi tetap berlanjut Indonesia dari sisi perekonomian domestik juga menunjukkan adanya resiliensi terhadap tekanan ketidakpastian global berada di kelompok negara-negara yang resilien,” ujar Purbaya saat Raker dengan Komisi XI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Diketahui, Indonesia dikenakan tarif dagang AS sebesar 19 persen. Meski demikian, Purbaya mengatakan kewaspadaan dan mitigasi tetap diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan itu, International Monetary Fund (IMF) memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh dari 2,8% menjadi 3%.

“Kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari dinamika eksternal tersebut. Resiliensi ekonomi hingga triwulan kedua ini 
diperkirakan berlanjut dengan pertumbuhan lebih tinggi tahun depan,” kata dia.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 sebesar 5,12% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2025.

“Pertumbuhan triwulan II 2025 bila dibandingkan triwulan II 2024 secara year on year tumbuh 5,12%, bila dibandingkan triwulan 1-2025 qtq tumbuh sebesar 4,04%,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud, saat konferensi pers BPS, Selasa (5/8/2025).

Dia menyampaikan pertumbuhan ekonomi RI berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) kuartal II 2025 atas dasar harga berlaku adalah Rp5.947 triliun dan atas dasar harga konstan Rp3.963,3 triliun.

Visited 1 times, 1 visit(s) today