Pekerja berjalan di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha/YU).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, pamer kinerja pasar modal dan pasar keuangan menunjukan tren positif. Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor.
“Kita lihat IHSG mencapai all time high, jadi tinggi di atas 8.000,” ujar Menko Airlangga dalam acara Setahun Prabowo-Gibran, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Lebih lanjut, dia mengatakan pasar modal juga menunjukkan kinerja baik hal itu terlihat dari cadangan devisa yang berada di posisi USD 157 miliar pada Maret 2025, dengan mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarah.
“Indonesia untuk pertama kali meluncurkan bullion bank, pada saat diluncurkan kita liat bahwa indeks harga emas itu masih di angka 2.000-an dolar AS per troy ons, dan per hari ini, dari Februari sampai Oktober, harga emas mencapai 4.000 dolar AS per troy ons. Jadi sudah naik yang cukup besar,” kata dia.
Dalam mendorong likuiditas, kata eks Ketum Partai Golkar itu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), telah menggelontorkan dana Rp200 triliun ke 5 bank Himbara (Himpunan Bank Pelat Merah). Langkah tersebut memaksa perbankan menurunkan cost of fund.
“Pemerintah telah menjalankan hapus tagih utang sektor UMKM. Ini adalah persoalan lama, lebih dari 20 tahun. Mereka yang tidak mampu bayar utang, karena gempa bumi, banjir dan yang lainnya, bisa dihapuskan (utang). Agar bisa kembali berkegiatan ekonomi,” tuturnya.
Pada perdagangan Kamis (16/10), IHSG diproyeksi menguji level support 8.000. Peluangnya, IHSG ditutup di level 8.051,17.
Sehari sebelumnya, IHSG sempat merosot ke bawah level 8.000, tepatnya 7.936,37. Pelemahan IHSG dibarengi arus keluar modal asing yang tercatat Rp1,39 triliun.
Di level saat ini, IHSG masih menguat 13,72 persen sepanjang tahun berjalan 2025. Tim analis MNC Sekuritas menyampaikan koreksi IHSG bersamaan dengan didominasi oleh tekanan jual di pasar saham.











