Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan pemaparannya saat menjadi pembicara kuliah umum di Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali, Kamis (28/8/2025). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan masih ada 2.333 desa di Indonesia yang belum memiliki koneksi internet. Dari jumlah itu, sebanyak 2.017 desa hidup tanpa layanan 4G, sementara 316 desa lainnya berupa kawasan ladang non-pemukiman.
“Angka ini semua kami yakini adalah target yang masuk akal jika kita semua bergandeng tangan menyelesaikan PR ini bersama,” kata Meutya saat memimpin upacara Hari Bhakti Postel ke-80 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/9).
Meutya menilai peningkatan konektivitas menjadi tantangan bersama agar angka keterhubungan nasional dapat menembus 80 persen. Ia menegaskan perjuangan digitalisasi harus dilanjutkan dengan semangat yang sama seperti Angkatan Muda Perusahaan Telepon dan Telegraf (AMPTT) pada 27 September 1945, ketika mereka mengambil alih PTT dari Jepang dan menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia ke dunia.
“Kita akan dorong terus bersama dengan komitmen bahwa hari ini perjuangan belum selesai dengan semangat meneruskan segala perjuangan angkatan muda Postel 1945,” ujarnya.
Menurut Meutya, solusi utama ada pada peningkatan penetrasi fixed broadband rumah tangga yang kini baru mencapai 27,4 persen. Selain itu, pembangunan infrastruktur telekomunikasi berdaulat juga penting untuk memperkuat pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global.
“Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional perlu didorong hingga delapan persen, dan itu hanya bisa dicapai jika semua pihak berkontribusi di bidang digitalisasi,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen, sejumlah pelaku industri ICT dan digital menandatangani deklarasi percepatan digitalisasi dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo.
Deklarasi itu diikuti oleh PT Telkom Indonesia Tbk., Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XLSmart, Huawei Indonesia, Ericsson Indonesia, Aspimtel, Mastel, APJII, APJATEL, ASKALSI, ATSI, ASIOTI, Indotelko, Pos Indonesia, Bakti Komdigi, hingga PANDI.














