Menpora Erick Thohir Terima Masukan KONI Terkait PON Hanya Gelar Cabor Olimpiade

Menpora Erick Thohir Terima Masukan KONI Terkait PON Hanya Gelar Cabor Olimpiade

Haris Medium.jpeg

Kamis, 4 Desember 2025 – 19:17 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir bersama Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, di Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto: inilah.com/Harris Muda)

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir bersama Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, di Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto: inilah.com/Harris Muda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menyambut positif usulan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang menginginkan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke depan hanya mempertandingkan cabang olahraga (cabor) yang masuk dalam program Olimpiade. Gagasan tersebut disampaikan dalam pertemuan Erick dengan Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Erick menilai terobosan itu membuka ruang diskusi lebih besar mengenai arah pembinaan olahraga nasional. Ia menyebut penyeragaman cabor PON dengan Olimpiade adalah langkah strategis, tetapi harus dibahas matang karena akan berdampak signifikan pada struktur kompetisi nasional.

“Kami tadi bicara sama Pak Marciano dan KONI mengenai PON. Tetapi nanti ada diskusi khusus dengan pemerintah. Karena kami sedang mulai merapikan arah pembinaan, apalagi terobosan yang dilakukan KONI luar biasa,” ujar Erick.

Erick mengakui konsep PON yang hanya mempertandingkan Olympic Sport akan menimbulkan konsekuensi pada cabor non-Olimpiade. Karena itu, pemerintah harus memastikan setiap cabor tetap mendapat ruang pembinaan yang proporsional.

“Tadi saya disampaikan bahwa ke depan PON hanya Olympic Sport. Nah, kalau bicara ranah daerah dan pembinaan lain, bagaimana? Itu yang harus kita bahas,” ujarnya.

Menurut Erick, KONI telah menyiapkan alternatif agar cabor non-Olimpiade tidak kehilangan panggung. Setelah penyelenggaraan PON 2028 di NTT–NTB yang akan fokus pada cabor Olimpiade, sejumlah ajang pendamping telah disiapkan: PON Bela Diri 2025 di Kudus, PON Pantai 2026 di Jakarta, PON Indoor dan PON Remaja pada 2027.

“Tetapi bagaimana dengan cabor yang lain? Disampaikan bahwa nanti ada Pekan Olahraga Pendamping. Nah, posisi Kemenpora bagaimana? Pertemuan satu jam tadi belum menyelesaikan seluruh masalah yang kita hadapi,” kata Erick.

Ia menegaskan pemerintah dan KONI akan membentuk tim khusus untuk membahas pola penataan baru tersebut. Tim ini bertugas membuka seluruh persoalan yang selama ini menghambat pembinaan, sekaligus merumuskan jalan keluar agar PON dan ajang pendamping berjalan dalam kerangka besar yang sama.

“Justru kami akan membentuk tim untuk berdiskusi supaya semua permasalahan ini bisa dibuka dan kita mendapatkan solusi terbaik, termasuk soal PON,” kata Erick.

Rencana penataan ulang PON ini menjadi bagian dari pembenahan menyeluruh ekosistem olahraga nasional yang sedang didorong pemerintah menuju siklus prestasi jangka panjang.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today