Pengemudi ojek daring menunggu penumpang di Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (20/3/2024). (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya/foc/pri).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membenarkan kabar yang beredar mengenai adanya rencana penggabungan (merger) antara dua raksasa teknologi, Grab dan GOTO.
Pemerintah, menurutnya, telah mendengar rencana tersebut dan saat ini sedang mencari skema terbaik.
“Iya. Rencananya memang begitu,” ujar Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (9/11/2025).
Saat ditanya apakah skema yang akan diambil berupa merger penuh atau akuisisi oleh salah satu pihak, Prasetyo menegaskan hal itu belum diputuskan. “Ya, ini lagi dicari skemanya,” kata dia.
Lebih lanjut, Prasetyo menyebut pemerintah tidak menetapkan target waktu khusus untuk proses ini, namun berharap agar kesepakatan dapat segera terselesaikan.
Menariknya, ia juga mengungkapkan bahwa Danantara (Indonesia Investment Authority/INA) akan dilibatkan dalam proses aksi korporasi tersebut. Namun, Prasetyo belum bersedia merinci peran yang akan diambil Danantara.
“Dalam hal ini [prosesnya] macam-macam. Ada juga Danantara ikut terlibat di situ karena ada proses korporasinya juga yang menjadi bagian dari yang dibicarakan. Makanya minta tolong sabar dulu,” tuturnya.
Bantah Isu Monopoli
Dalam kesempatan itu, Prasetyo membantah kekhawatiran publik bahwa penggabungan Grab dan GOTO akan menciptakan praktik monopoli di industri.
Ia menegaskan, tujuan utama dari rencana ini adalah memastikan keberlangsungan perusahaan demi melindungi jutaan lapangan kerja yang telah tercipta, khususnya bagi para mitra pengemudi ojek online (ojol).
“Tujuannya tidak ada yang lain, supaya perusahaan ini tetap berjalan. Karena bagaimana pun, perusahaan ini adalah pelayanan yang di situ tercipta tenaga kerja [bagi] saudara-saudara kita yang menjadi mitra, itu jumlahnya cukup besar,” tegas Prasetyo.
Prasetyo menyebut para mitra pengemudi sebagai pahlawan ekonomi yang perannya sangat vital dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.
“Sekarang kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi, menggerakkan ekonomi. Jadi tujuan utamanya arahnya ke situ,” tutupnya.














