Modal Gede Hasil Kecil, Prabowo Koreksi Tipu Muslihat Birokrat Sebabkan ICOR 6,5

Modal Gede Hasil Kecil, Prabowo Koreksi Tipu Muslihat Birokrat Sebabkan ICOR 6,5

Vonita Medium.jpeg

Selasa, 24 Maret 2026 – 03:30 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan terkait hilirisasi sumber daya alam di Hambalang, Bogor, Senin (23/3/2026). (Foto: Tangkapan Layar Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan terkait hilirisasi sumber daya alam di Hambalang, Bogor, Senin (23/3/2026). (Foto: Tangkapan Layar Biro Pers Sekretariat Presiden)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah pusat melakukan penghematan anggaran secara signifikan mencapai Rp308 triliun. Langkah ini diambil dengan memotong pos belanja birokrasi yang dianggap tidak produktif, seperti anggaran seremonial, suvenir, hingga perjalanan dinas yang dipangkas antara 75 hingga 90 persen.

Kebijakan ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap 80 pertanyaan strategis yang mencakup arah ekonomi, pertahanan, dan ketahanan pangan nasional. Presiden Prabowo Subianto menilai banyak pengeluaran birokrasi selama ini hanya akal-akalan yang seharusnya bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur dasar.

“Penghematan berasal dari efisiensi pengeluaran birokrasi yang sebelumnya dianggap tidak produktif atau rawan korupsi,” ujar Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, Senin (23/3/2026).

Investasi SDM dan Ekonomi Lokal

Salah satu alokasi utama dari penghematan tersebut adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menegaskan program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi untuk meningkatkan produktivitas nasional di masa depan.

“Setiap dolar yang dikeluarkan untuk nutrisi anak memiliki imbal hasil (return) ekonomi yang tinggi dalam jangka panjang bagi produktivitas bangsa,” jelas Dirgayuza.

Secara teknis, program ini juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi di tingkat desa melalui pengadaan dapur yang menyerap tenaga kerja dan hasil tani lokal. “Setiap dapur mempekerjakan banyak orang dan menyerap produk dari petani lokal sebagai pemasok,” tambahnya.

Koreksi Kebocoran Modal

Pemerintah juga menyoroti tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang saat ini berada di level 6,5. Angka ini dianggap menunjukkan adanya pemborosan modal yang besar jika dibandingkan dengan negara lain yang berada di angka 4.

“Dibandingkan dengan negara dengan ICOR sekitar 4, angka 6,5 menunjukkan adanya pemborosan atau kebocoran modal besar,” ungkapnya.

Untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen, strategi hilirisasi diperkuat melalui konsep pohon industri dan optimalisasi Danantara sebagai wadah investasi global.

Di sektor riil, pembangunan satu juta rumah per tahun dan pengadaan 1.500 kapal ikan modern menjadi prioritas untuk meningkatkan daya saing nelayan lokal terhadap kapal asing.

“Presiden berencana membangun 1.500 kapal ikan setiap tahun agar nelayan Indonesia bisa bersaing dengan kapal asing,” tuturnya.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 8 times, 1 visit(s) today