Momen Hangat di Halim: Mentan Amran Iringi Kepulangan Presiden Brasil Lula da Silva

Momen Hangat di Halim: Mentan Amran Iringi Kepulangan Presiden Brasil Lula da Silva

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 24 Oktober 2025 – 17:55 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengantar kepulangan Presiden Republik Federatif Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (24/10/2025). (Foto: Kementan)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengantar kepulangan Presiden Republik Federatif Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (24/10/2025). (Foto: Kementan)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengantar kepulangan Presiden Republik Federatif Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (24/10/2025). Prosesi berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, menandai akhir kunjungan kenegaraan bersejarah yang mempererat hubungan strategis antara Indonesia dan Brasil.

Dalam upacara perpisahan tersebut, Mentan Amran mendampingi Presiden Lula meninjau barisan pasukan penghormatan sebelum keduanya saling berjabat tangan dan bertukar salam perpisahan. Rombongan Presiden Brasil kemudian menaiki pesawat kenegaraan dengan pengawalan resmi.

Amran mengungkapkan bahwa Presiden Lula meninggalkan kesan mendalam terhadap keramahan bangsa Indonesia.

“Luar biasa. Presiden Brasil sangat terkesan dengan Indonesia dan menitip salam kepada Bapak Presiden Prabowo. Beliau orang yang sangat baik dan penuh respek,” ujar Mentan Amran usai prosesi pengantaran.

Kunjungan Presiden Lula ke Indonesia sejak Rabu (22/10/2025) hingga Jumat (24/10/2025) memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama di bidang pertanian, perdagangan, dan energi terbarukan. Pada pertemuan bilateral di Istana Negara, Kamis (23/10), Presiden Lula dan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama ekonomi hijau dan ketahanan pangan global.

Mentan Amran yang turut mendampingi dalam pertemuan tersebut menyebut kerja sama pertanian antara Indonesia dan Brasil kini memasuki fase implementasi konkret.

“Kerja sama ini menjadi bukti bahwa negara-negara agraris dunia selatan bisa saling menguatkan. Indonesia dan Brasil saling melengkapi dalam membangun kemandirian pangan,” kata Amran.

Menurutnya, Brasil merupakan mitra penting dalam pengembangan komoditas strategis seperti jagung, kedelai, dan ternak sapi, yang sejalan dengan arah kebijakan pangan nasional. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama ini mendukung visi Presiden Prabowo untuk memperkuat kedaulatan pangan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi Indonesia.

“Presiden selalu menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak bisa ditawar. Setiap kemitraan harus memberi manfaat langsung bagi petani dan peningkatan produksi nasional,” tegasnya.

Kunjungan Presiden Lula menandai babak baru diplomasi pangan global Indonesia, di mana kerja sama Selatan–Selatan kini dipandang sebagai fondasi penting bagi ketahanan pangan dunia. Hubungan hangat yang ditunjukkan di Jakarta memperlihatkan sinergi dua negara agraris besar dalam membangun masa depan pangan yang berkelanjutan. [Adv]

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today