AISI tengah menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kelanjutan subsidi motor listrik. (Foto: Igloo)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketidakpastian menyelimuti kelanjutan program subsidi sepeda motor listrik di Tanah Air. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyatakan saat ini pihaknya masih dalam posisi menunggu keputusan resmi dari pemerintah mengenai masa depan insentif kendaraan ramah lingkungan tersebut.
Sekretaris Jenderal AISI, Hari Budianto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pembahasan mengenai program tersebut belum mencapai titik final. Alhasil, detail rincian kebijakan belum bisa dibeberkan secara terbuka kepada publik.
“Saat ini sedang dalam pembahasan dengan semua pihak terkait. Ada baiknya menunggu sampai dipublikasikan oleh Kementerian Perindustrian,” ujar Hari saat dihubungi di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Tulang Punggung Ekonomi Rakyat
Hari menegaskan, AISI pada prinsipnya berada di barisan pendukung kebijakan pemerintah. Terutama, kebijakan yang mempermudah akses masyarakat untuk memiliki sepeda motor. Baginya, kendaraan roda dua bukan sekadar alat angkut, melainkan penggerak roda ekonomi yang vital.
Sejauh ini, AISI tetap konsisten mendukung berbagai skema yang diambil pemerintah, termasuk dalam urusan percepatan migrasi ke kendaraan listrik melalui subsidi.
“Sepeda motor bukan sekadar alat transportasi biasa, tetapi menjadi tulang punggung alat mobilitas ekonomi masyarakat kita,” tegas Hari, menggambarkan betapa krusialnya kebijakan ini bagi masyarakat bawah.
Masih Digodok Tim Teknis
Di sisi lain, bola panas kebijakan ini memang masih berada di tangan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Pemerintah sendiri belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai apakah program ini akan berlanjut dengan skema yang sama atau akan ada perombakan total.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui bahwa kementeriannya masih melakukan kajian mendalam. Evaluasi mencakup besaran nilai subsidi hingga mekanisme penyaluran agar tepat sasaran.
“Belum diumumkan saya kira. Masih dalam tahap pembahasan di tim teknis mengenai berapa jumlah subsidinya, metodenya seperti apa, hingga proses bisnisnya nanti kita bahas,” kata Agus Gumiwang di Kantor Kemenko Perekonomian, baru-baru ini.
Langkah hati-hati pemerintah ini mengisyaratkan adanya evaluasi besar-besaran agar insentif yang dikucurkan benar-benar mampu mendongkrak populasi kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus tetap menjaga napas mobilitas ekonomi masyarakat. Kini, industri dan calon konsumen hanya bisa menanti keputusan final dari Gedung Kemenperin.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














