Ogah Perang Harga Lawan Molis China Rp 6 Jutaan, Honda Pilih Main Aman

Ogah Perang Harga Lawan Molis China Rp 6 Jutaan, Honda Pilih Main Aman

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 10 Februari 2026 – 05:25 WIB

Deretan motor listrik mejeng di ajang otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (19/4/2024). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

Deretan motor listrik mejeng di ajang otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (19/4/2024). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di tengah derasnya arus motor listrik (molis) murah meriah asal Tiongkok yang membanjiri pasar Indonesia dengan harga mulai Rp 6 jutaan, PT Astra Honda Motor (AHM) mengambil sikap tegas. Raksasa otomotif asal Jepang ini menyatakan tidak akan terjebak dalam pusaran perang harga (price war) yang kini terjadi di segmen entry level.

Wakil Presiden Direktur Eksekutif AHM, Thomas Wijaya, menegaskan bahwa strategi Honda bukan sekadar menjual unit sebanyak-banyaknya dengan harga semurah mungkin. Fokus utama mereka tetap pada kualitas produk, keamanan, dan kepastian layanan purnajual (after sales).

“Kami melihat memang akhirnya tidak hanya sekadar produk, tapi perlu bagaimana kami mempersiapkan jaringan after sales, ketersediaan spare part, hingga ekosistemnya,” ujar Thomas di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Mahal Tapi Tenang

Saat ini, portofolio motor listrik Honda seperti EM1 e: hingga CUV e: bermain di rentang harga Rp 28 juta hingga nyaris Rp 60 juta. Angka ini jauh di atas rata-rata molis Tiongkok. Namun, AHM berdalih harga tersebut adalah “biaya” untuk rasa aman (peace of mind) konsumen.

AHM menilai tantangan terbesar elektrifikasi di Indonesia bukan soal harga jual, melainkan memastikan konsumen tidak “mati gaya” saat motor bermasalah.

“Bagaimana kami tidak hanya menjual produk, tapi juga memberikan rasa aman dan nyaman. Tujuannya agar konsumen dapat berkendara tanpa rasa khawatir,” tambah Thomas.

Rapor Penjualan 2025

Strategi “main aman” di segmen premium ini tercermin dari angka penjualan. Sepanjang tahun 2025, AHM mencatat volume penjualan motor listrik di kisaran 15.000–16.000 unit. Angka ini memang belum masif jika dibandingkan total pasar motor konvensional, namun AHM memandangnya sebagai proses pembelajaran (learning curve) yang positif.

Selain itu, AHM juga tengah serius mempelajari perilaku konsumen terkait infrastruktur, apakah lebih condong pada sistem pengisian daya mandiri (charging) atau tukar baterai (swap).

Dengan strategi ini, AHM seolah ingin mengirim pesan: biarkan pasar banjir dengan produk murah, Honda akan tetap menunggu konsumen yang mencari kualitas dan jaminan jangka panjang.

Visited 5 times, 1 visit(s) today