Oleh-oleh Lawatan Presiden Prabowo ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Rp390 Triliun Siap Masuk RI

Oleh-oleh Lawatan Presiden Prabowo ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Rp390 Triliun Siap Masuk RI

Clara Medium.jpeg

Sabtu, 27 September 2025 – 21:58 WIB

Presiden Prabowo Subianto (kanan) menerima bunga dari dua anak saat tiba di hotel kawasan Manhattan, New York, Amerika Serikat, Sabtu (20/9/2025). (Foto: ANTARA/Fathur Rochman/sgd/bar/am).

Presiden Prabowo Subianto (kanan) menerima bunga dari dua anak saat tiba di hotel kawasan Manhattan, New York, Amerika Serikat, Sabtu (20/9/2025). (Foto: ANTARA/Fathur Rochman/sgd/bar/am).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri yang berlangsung sejak 19 September 2025.

Lawatan Presiden Prabowo ke luar negeri itu, utamanya untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS. “Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah selesai melaksanakan rangkaian kunjungan luar negeri dalam utamanya adalah sidang umum PBB ke-80. Dan dalam 6 hari ini beliau mengunjungi 4 negara,” ujar Seskab Teddy dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Jepang, kata Seskab Teddy, menjadi negara pertama yang didatangi secara singkat oleh Presiden Prabowo. Ketika itu, Presiden Prabowo menyempatkan diri berkunjung ke Paviliun Indonesia di Expo Osaka 2025.

Menurut Seskab, berdasarkan laporan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dari ajang lima tahunan tersebut, tercatat komitmen investasi sebesar US$23,8 miliar, atau sekitar Rp380 triliun.

Saat berada di AS, Presiden Prabowo mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato pada urutan ketiga dalam Sidang Umum PBB, setelah Brasil dan Amerika Serikat. Pidato yang disampaikan Presiden Prabowo di hadapan 193 negara anggota PBB tersebut, menurut Seskab banyak mendapatkan apresiasi dan kekaguman dari para pemimpin dunia.

“Berani, tegas, konkret. Ada Presiden Amerika Serikat, Anda bisa lihat sendiri. Kemudian PM Kanada, kemudian Raja Belanda. Kemudian Presiden Macron menelepon beliau langsung, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan beliau atas pidato Bapak Presiden,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino yang menegaskan dukungan terhadap pengembangan akademi sepak bola muda Indonesia.

“Dalam waktu dekat tanggal 9 dan 12 Oktober kalau tidak salah Timnas Indonesia akan tampil di kualifikasi keempat piala dunia. Tidak mudah tapi bukan mustahil untuk Indonesia lolos di piala dunia. Dan kita minta nanti dalam pertandingan tersebut semuanya berjalan sesuai rencana dan netral,” ucapnya.

Selanjutnya kunjungan singkat Presiden Prabowo di Kanada turut menghasilkan capaian strategis. Meski tidak bermalam, namun Presiden Prabowo diterima secara langsung Gubernur Jenderal Mary Simon, serta bertemu Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney.

Dalam kesempatan itu, Indonesia dan Kanada resmi menandatangani Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA). “Intinya adalah 90,5 persen tarif barang-barang, produk-produk Indonesia akan dihapus oleh Kanada. Dan itu tentunya mendampak positif, sangat positif bagi perdagangan impor Indonesia,” kata dia.

Dari Kanada, Presiden Prabowo kemudian menuju Belanda, momen kunjungan ini cukup istimewa, Karena tidak hanya diterima oleh Raja Willem-Alexander sebagai Kepala Negara Belanda, tetapi juga Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Belanda.

Pertemuan resmi tersebut menandai penguatan hubungan bilateral kedua negara, termasuk kesepakatan Belanda mengembalikan sekitar 30 ribu benda dan artefak jawa bersejarah, serta fosil dan dokumen milik Indonesia.

“Dan intinya tadi juga disepakati bahwa Pemerintah Belanda akan mengembalikan sebesar, sebanyak 30 ribu fosil, artefak, dokumen-dokumen budaya-budaya milik Indonesia yang disimpan di Belanda, nanti prosesnya akan segera. Menteri Kebudayaan akan menyelesaikan itu, dan segera dikembalikan kepada Indonesia,” ujar Seskab Teddy.

“Prosesnya mungkin pasti cepat, karena Raja Belanda sudah menyepakati itu, dan ini proses pengembalian, sebenarnya sudah berjalan lama. Tapi, Alhamdulillah berhasil disepakati dan akan dikembalikan ke Indonesia,” tutupnya.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today