Orang Kaya Kalau Pelesiran Mulai Berhemat, BPS: Tingkat Hunian Hotel Mewah Anjlok

Orang Kaya Kalau Pelesiran Mulai Berhemat, BPS: Tingkat Hunian Hotel Mewah Anjlok

Clara Medium.jpeg

Senin, 5 Januari 2026 – 15:24 WIB

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/12/2025) (Foto: Antara/Muzdaffar Fauzan)

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/12/2025) (Foto: Antara/Muzdaffar Fauzan)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pada November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hunian hotel mengalami tekanan yang cukup mengkhawatirkan. Tekanan terbesar dialami hotel mewah, sementara hotel kelas menengah, relatif bisa bertahan.

Mengutip Berita Resmi Statistik (BRS) pada Senin (5/1/2026), Tingkat Penghunian Kamar (TPK) tertinggi tercatat di hotel bintang 4, mencapai 58,66 persen.

Sebaliknya, hotel nonbintang masih menjadi kelompok dengan tingkat hunian terendah, yakni sebesar 24,98 persen. Artinya, preferensi wisatawan cenderung memilih hotel kelas menengah ketimbang kelas bawah apalagi mewah.

Secara tahunan (year on year/yoy), BPS melaporkan, seluruh klasifikasi hotel mengalami penurunan TPK ketimbang November 2024. Penurunan terdalam dialami hotel bintang 5 atau hotel mewah, TPK-nya hanya 56,30 persen, anjlok 2,72 persen poin.

Sehingga, hotel mewah menjadi segmen yang paling tertekan dalam setahun terakhir. Nasib sama dialami hotel bintang 1 yang mengalami penurunan cukup signifikan. Di mana, TPK ‘rontok’ 2,56 persen poin.

Beda halnya dengan hotel bintang 3, tingkat huniannya juga turun tapi tak separah hotel bintan 1 atau bintang 5. Tingkat huniannya turun tipis 0,98 persen poin, menandakan ketahanan segmen kelas menengah.

Dari sisi bulanan (month to month), mayoritas klasifikasi hotel justru mengalami peningkatan TPK pada November 2025 dibandingkan Oktober 2025. Di mana, hotel bintang 3 mencatat kenaikan terbesar, yakni 1,72 persen poin. Dikintili hotel bintang 4 yang naik 1,71 persen poin.

Sedangkan hotel bintang 5, kembali berkinerja negatif secara bulanan dengan penurunan TPK sebesar 1,48 persen poin. Hotel nonbintang juga mengalami penurunan 0,27 persen poin, sementara hotel bintang 1 hanya mencatatkan kenaikan terbatas sebesar 0,28 persen poin.

Hotel di Bali Sepi Penyewa

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyebut, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Indonesia, pada November 2025 mencapai 39,97 persen. Naik tipis 0,44 persen poin dibandingkan Oktober 2025, namun masih lebih rendah 2,64 persen poin ketimbang November 2024.

Kinerja hunian hotel ini, menunjukkan dinamika yang berbeda antara hotel bintang dan nonbintang. Pada November 2025, TPK hotel bintang tercatat 53,89 persen.

“TPK hotel klasifikasi bintang pada November 2025 mencapai 53,89 persen atau mengalami peningkatan secara bulanan sebesar 1,05 persen poin, tetapi mengalami penurunan secara tahunan sebesar 1,07 persen poin,” ujar Pudji.

Secara spasial, tingkat hunian hotel bintang tertinggi terjadi di Papua Selatan yang mencapai 63,31 persen. Disusul Kalimantan Timur sebesar 63,01 persen dan DKI Jakarta sebesar 62,03 persen. Sebaliknya, tingkat hunian hotel bintang terendah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 29,50 persen, Aceh 31,27 persen, dan Papua Pegunungan 37,49 persen.

“Secara bulanan, TPK hotel bintang pada November 2025 meningkat 1,05 persen poin dibanding Oktober 2025,” imbuhnya.

Peningkatan tertinggi terjadi di Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Tengah. Namun, Provinsi Bali justru mencatat penurunan terdalam, dengan TPK hotel bintang turun 6,60 persen poin, dibanding bulan sebelumnya.

Secara tahunan, TPK hotel bintang turun 1,07 persen poin dibanding November 2024. Penurunan terdalam dialami Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Bengkulu, sementara peningkatan tertinggi tercatat di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Pegunungan.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang pada November 2025 tercatat 24,98 persen. Dibandingkan Oktober 2025, TPK hotel nonbintang turun 0,27 persen poin. Penurunan terdalam terjadi di Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sumatera Selatan, sedangkan peningkatan tertinggi tercatat di Papua Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Utara.

Secara kumulatif Januari hingga November 2025, BPS mencatat TPK hotel bintang sebesar 48,66 persen, dan TPK hotel nonbintang sebesar 24,88 persen.

Kedua kategori tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan pemulihan sektor perhotelan masih berlangsung tidak merata antarprovinsi.

Visited 1 times, 1 visit(s) today