Sembilan tahun bukan waktu yang singkat bagi DFSK untuk sekadar ‘mampir’ di pasar otomotif Tanah Air. Di bawah bendera PT Sokonindo Automobile, pabrikan raksasa asal China ini kembali menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan fondasi utama alias jantung pertahanan mereka di Asia Tenggara.
Komitmen ini bukan sekadar omon-omon diplomatik. DFSK telah menyuntikkan modal jumbo lewat pembangunan fasilitas manufaktur canggih yang dirancang untuk menjawab tantangan kendaraan masa depan atau New Energy Vehicle (NEV).
Pabrik Serang: Otomasi Tinggi, Robot yang Berbicara
Bicara soal komitmen, tengok saja fasilitas perakitan mereka di Cikande, Serang, Banten. Pabrik ini tidak main-main; kapasitas produksinya mampu menyentuh angka 50.000 unit per tahun.
Menariknya, DFSK sudah ‘naik kelas’ dengan mengadopsi teknologi otomatisasi tingkat tinggi. Bayangkan, sekitar 90 persen proses produksinya kini sudah dikerjakan oleh tangan-tangan robotik yang presisi.
Transformasi Identitas: Drives for Better
Di panggung IIMS 2026 yang tengah berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, DFSK resmi menanggalkan baju lama. Lewat slogan global baru ‘Drives for Better’, mereka mengumumkan transformasi besar: dari sekadar produsen kendaraan fungsional menjadi penyedia solusi mobilitas cerdas yang lebih ‘hijau’.
“Indonesia adalah fondasi penting. Pembaruan identitas ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan bisnis strategis regional kami di Asia Tenggara,” tegas COO PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, dalam keterangan resminya yang dikutip Kamis (12/2/2026).
Raja Niaga Listrik dan Penetrasi Seres
Salah satu bukti kuat taji DFSK adalah Gelora E. Sebagai pelopor kendaraan niaga ringan berbasis listrik (EV) di Indonesia, mobil ini sudah mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 44 persen.
Secara perlahan namun pasti, Gelora E mulai diterima pasar dengan catatan penjualan grosir mencapai 163 unit sepanjang tahun lalu.
Tak berhenti di segmen niaga, DFSK juga merambah segmen penumpang melalui submerek Seres. Sejak meluncur 2023 silam, Seres kini punya dua jagoan setrum: model city car listrik untuk kaum urban dan segmen SUV yang lebih gagah.
Dari Indonesia untuk Dunia
Ambisi DFSK tak berhenti di batas teritorial RI. Indonesia kini diproyeksikan menjadi pangkalan ekspor global. Data GAIKINDO mencatat, dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 400 unit mobil rakitan Serang telah melanglang buana ke luar negeri, dengan Timor Leste sebagai tujuan utama.
Strategi ini jelas: DFSK ingin membuktikan bahwa mobil buatan Indonesia punya kualitas jempolan yang sanggup bersaing di kancah internasional.
Di tangan mereka, Indonesia bukan lagi sekadar penonton, tapi pemain kunci dalam revolusi kendaraan listrik di kawasan.














