PANI Borong Momentum: Laba Melonjak, Modal Anak Usaha Ditambah Rp300 Miliar

PANI Borong Momentum: Laba Melonjak, Modal Anak Usaha Ditambah Rp300 Miliar


Paruh pertama 2025 menjadi periode gemilang bagi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten properti yang disponsori Agung Sedayu dan Salim Group. Perseroan mencatat pendapatan usaha Rp1,6 triliun, tumbuh 22 persen secara tahunan.

Lonjakan kinerja ini terutama ditopang oleh serah terima unit pada kuartal II-2025 serta dukungan dari tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-rate) menjadi 5% pada Agustus lalu. Kondisi tersebut mendorong minat konsumen terhadap produk properti PIK2 yang berlokasi strategis.

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau Aguan, menilai capaian semester I-2025 menjadi momentum penting memperkuat posisi perusahaan di industri properti. “Peningkatan pendapatan 22% YoY dan lonjakan kinerja kuartal II sebesar 69% menunjukkan besarnya minat pasar terhadap produk-produk PANI di kawasan strategis seperti PIK2. Tren ini tetap kuat,” ujar Aguan.

Data keuangan PANI mendukung pernyataan tersebut. Pada kuartal II-2025, pendapatan tumbuh 69% dibanding kuartal sebelumnya. Bahkan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik saham melesat 377% menjadi Rp236 miliar.

Sejalan dengan strategi pengembangan bisnis, PANI juga melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau Private Placement Tahap III pada 2 September 2025.

Dalam aksi ini, PANI menerbitkan 20.906.000 saham baru dengan harga Rp14.350,- per saham. Seluruh saham dibeli PT Multi Artha Pratama (MAP), entitas yang terafiliasi dengan Agung Sedayu dan Salim Group, dengan total nilai transaksi sekitar Rp300 miliar.

Manajemen menyampaikan bahwa private placement ini ditujukan untuk memperkuat permodalan ketiga anak usaha PANI dalam pengembangan kawasan PIK2, yaitu PT Cahaya Inti Sentosa, PT Panorama Eka Tunggal, dan PT Karunia Utama Selaras.

Visited 1 times, 1 visit(s) today