Ilustrasi armada pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Shutterstock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Setelah berhasil melewati masa-masa kelam pasca-pandemi dan restrukturisasi, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) kini tancap gas. Untuk tahun 2025, maskapai penerbangan nasional ini telah menyusun peta jalan strategis yang kokoh, bertumpu pada tiga pilar utama dan diwujudkan melalui 11 inisiatif prioritas.
Hal ini disampaikan Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2025). Menurutnya, strategi ini dirancang tidak hanya untuk pemulihan yang cepat, tetapi juga untuk membangun pondasi yang kuat agar perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Untuk mencapai aspirasi sebagai maskapai kebanggaan bangsa, kami bertekad melakukan transformasi bisnis sebagai pondasi yang kuat di 2025, agar perusahaan dapat melangkah dengan lebih sehat dan lincah di tahun-tahun mendatang,” ujar Reza, mewakili Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani yang berhalangan hadir di RDP dengan Komisi VI DPR, karena harus mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja (kunker) ke Amerika Serikat (AS).
Reza merinci, tiga pilar strategis yang menjadi landasan kerja Garuda di tahun 2025 adalah:
1. Evaluasi Finansial dan Komersial: Tujuannya untuk mewujudkan ekuitas positif melalui optimalisasi biaya dan penerapan cost leadership.
2. Akselerasi Kinerja: Setelah melalui proses penyelamatan, Garuda kini menjalankan transformasi menyeluruh yang mendapat dukungan kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
3. Ekspansi Jaringan: Fokus pada penambahan dan perbaikan armada, perluasan kerja sama dengan maskapai internasional, serta penguatan ekosistem penerbangan melalui sinergi dengan anak usaha seperti Citilink dan GMF AeroAsia.
Ketiga pilar tersebut kemudian diterjemahkan menjadi 11 inisiatif prioritas yang dijalankan oleh seluruh direktorat. Inisiatif ini mencakup:
– Penguatan Jaringan Penerbangan dan Armada, melalui rasionalisasi rute dan penambahan armada secara bertahap.
– Sinergi Ekosistem, dengan mengoptimalisasi pendapatan tambahan (ancillary), memperkuat platform loyalitas GarudaMiles, membentuk aliansi strategis dengan maskapai global, serta meningkatkan bisnis kargo.
– Future Enabler, dengan penguatan sumber daya manusia, transformasi digital untuk efisiensi, peningkatan pengalaman pelanggan (customer journey), dan penguatan tata kelola biaya.
Reza menekankan, meskipun proses penyehatan sudah menunjukkan hasil awal yang positif, perjalanan Garuda masih panjang. Ia menambahkan, setiap langkah yang diambil selalu berlandaskan prinsip kehati-hatian.
“Kami meyakini, hal tersebut hanya akan tercapai tanpa dukungan penuh dari Bapak/Ibu sekalian,” tutupnya, seraya memohon dukungan penuh dari seluruh pihak terkait untuk terus mengawal proses pemulihan Garuda Indonesia.














