Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi. (Fotot: Antara/Risky Syukur)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Polda Metro Jaya memastikan kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan masih dalam proses penyelidikan. Penyelidik bekerja berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).
“Dari mulai hari kejadian ditemukan sampai dengan di-release itu 21 hari, itulah yang membuat gap, gap akhirnya berkembang opini,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Sabtu (4/10/2025).
Ade Ary menegaskan, dalam proses penyelidikan tidak bisa berdasarkan opini. Namun, semestinya sesuai dengan fakta dan bukti yang ditemukan.
Ia menjelaskan, sejak awal penyelidik bergerak dari TKP, mendalami TKP, mengolah TKP secara ilmiah, melakukan pendalaman, hingga melibatkan atau berkolaborasi inter profesi.
“Saat release itu kami hadirkan setidaknya tujuh ahli dari mulai psikologi forensik, toksikologi, kemudian kedokteran forensik, lab siber, kemudian identifikasi sidik jari, ada tujuh sekitarnya itu hadir,” ucapnya.
Tak hanya itu, Polda Metro Jaya juga akan mendalami teror yang dialami pihak keluarga. Salah satunya, terkait simbol dalam surat kaleng.
“Untuk masalah teror yang diterimanya, surat kaleng yang berisi styrofoam dengan simbol-simbol, tiga simbol tertentu, sudah diterima oleh penyelidik di Direktorat Kriminal Umum, itu pada tanggal 22 Juli 2025,” kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (2/10/2025).
Reonald pihaknya telah menerima simbol dalam surat kaleng yang diserahkan pihak keluarga kepada penyidik. Keluarga Arya mengaku mendapat kiriman amplop berisikan gabus putih berbentuk bintang, hati, dan bunga Kamboja saat pengajian.
“Kemudian dari Direktorat Kriminal Umum juga sudah mendalami tentang surat kaleng tersebut. Itu masih didalami,” ujarnya
Ia juga memastikan kasus kematian Arya belum ditutup. Bahkan, penyidik akan mempertemukan pihak keluarga dengan penyelidik untuk menjelaskan runutan hasil penyelidikan.














