Prabowo Bicara Penyimpangan Konsep Politik di Munas PKS, Sindir Siapa?

Prabowo Bicara Penyimpangan Konsep Politik di Munas PKS, Sindir Siapa?

Diana Medium.jpeg

Selasa, 30 September 2025 – 03:25 WIB

Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/9/2025). Munas VI PKS tersebut mengusung tema Kokoh Bersama, Majukan Indonesia. (Foto: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/bar).

Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/9/2025). Munas VI PKS tersebut mengusung tema Kokoh Bersama, Majukan Indonesia. (Foto: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/bar).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Prabowo Subianto menilai makna politik saat ini cenderung mengalami penyimpangan dari konsep dasarnya sebagaimana diajarkan dalam ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa hakikat politik adalah keinginan untuk memperbaiki kehidupan rakyat.

“Karena manusia penuh dengan nafsu, naluri-naluri yang ingin dominasi, berkuasa untuk kepentingan sendiri terjadi pengertian yang negatif. Artinya adalah politik adalah keinginan merebut kekuasaan dan bahkan dengan segala cara,” kata Prabowo dalam penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9).

Menurut Prabowo, meskipun politik berkaitan dengan kekuasaan, namun harus diperoleh secara sah dari rakyat dan digunakan dengan bijaksana.

“Penerima kekuasaan harus menerima kekuasaan dan menggunakan kekuasaan dengan searif-arifnya, sejujur-jujurnya dan dengan seutuhnya bekerja untuk yang memberi kekuasaan tersebut. Baru suatu negara itu berhasil,” kata dia.

Prabowo juga menyoroti peran partai politik dalam sistem demokrasi Indonesia. Ia menekankan bahwa demokrasi di Indonesia dijalankan melalui sistem perwakilan yang dijalankan oleh partai politik.

“Kedaulatan rakyat diberikan melalui pemilihan umum dan pemilihan daerah. Ini konsensus, kesepakatan, keputusan politik. Jadi kalau kita ingin berhasil sebagai bangsa, kita harus sepakat, konsekuen dengan hal ini, kita harus patuh dengan keputusan rakyat,” kata dia.

Menutup pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa selama 80 tahun merdeka, Indonesia telah melalui berbagai tantangan, mulai dari konflik ideologi hingga ancaman eksternal.

“Namun, alhamdulillah, kita tetap utuh, kuat, dan masih berdiri di atas kaki kita sendiri,” pungkasnya.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today