Prabowo ‘Jual’ Kredibilitas RI di Davos: Kami tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang!

Prabowo ‘Jual’ Kredibilitas RI di Davos: Kami tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang!

Di tengah rapuhnya kepercayaan antarbangsa akibat gejolak geopolitik, Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan menohok dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026. Prabowo memberikan garansi penuh bagi investor global dengan menegaskan rekam jejak finansial Indonesia yang bersih sepanjang sejarah.

“Dalam sejarah kami, Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak satu kali pun,” tegas Prabowo di hadapan para raksasa ekonomi dunia di Davos, Kamis (22/1/2026).

Pernyataan ini menjadi ‘jualan’ utama Prabowo untuk meyakinkan dunia bahwa Indonesia adalah pelabuhan investasi yang paling aman di tengah badai ketidakpastian global.

Keberlanjutan adalah Kunci

Prabowo mengirimkan pesan kuat bahwa transisi pemerintahan di Indonesia bukan menjadi penghalang bagi komitmen finansial negara. Baginya, kehormatan sebuah bangsa diukur dari kepatuhannya memenuhi kewajiban internasional.

“Rezim yang baru selalu membayar utang dari rezim sebelumnya. Presiden demi presiden akan selalu menghormati kewajiban utang dari pemerintahan sebelumnya,” jelasnya. 

Hal ini sekaligus menepis kekhawatiran pelaku pasar mengenai risiko ketidakpastian kebijakan pasca-pergantian kepemimpinan.

post-cover

Doktrin Perdamaian untuk Kemakmuran

Bukan tanpa alasan Prabowo membanggakan stabilitas ekonomi Indonesia. Ia menekankan sebuah doktrin sederhana namun mendalam: tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian. Indonesia, menurutnya, telah membuktikan mampu menjaga pertumbuhan di atas 5 persen justru karena mampu merawat stabilitas domestik.

Saat dunia terjebak dalam perang dan ketegangan perdagangan, Indonesia justru muncul dengan inflasi yang terjaga di angka 2 persen. Prabowo menolak keras narasi ekonomi yang dibangun di atas konflik. 

“Sejarah mengajarkan kita bahwa tidak ada negara yang bisa membangun ekonomi di atas puing-puing konflik,” imbuhnya.

Danantara: Indonesia Masuk ‘Klub Triliun Dolar’

Menutup orasinya, Prabowo memperkenalkan instrumen finansial raksasa yang baru lahir, yakni Danantara Indonesia. Ini bukan sekadar dana kekayaan kedaulatan biasa, melainkan simbol kemandirian finansial RI.

Dengan aset kelolaan mencapai US$1 triliun, Danantara menjadi senjata diplomatik Prabowo untuk menyejajarkan posisi Indonesia dengan negara-negara maju.

“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Kami bukan lagi sekadar negeri yang meminta, tapi negeri penuh peluang yang siap bermitra,” pungkas Presiden ke-8 RI tersebut.

Visited 6 times, 1 visit(s) today