Presiden Prabowo Subianto mendadak panggil mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Burhanuddin Abdullah ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025). Ada apa gerangan?
Dalam pertemuan, petinggi Partai Gerindra yang sempat menjabat Ketua Dewan Pakar Tim Kemenangan Nasional Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 itu, menaku hanya berdiskusi dengan Presiden Prabowo. Khususnya menyangkut arah ekonomi Indonesia di masa depan.
“Ya tadi kita bicara fiskal, kita bicara moneter, bahkan bicara hilirisasi. Nanti bapak-bapak yang lain, Pak Menteri yang mungkin, bisa jelaskan dengan lebih baik,” kata Burhanuddin kepada wartawan.
Namun, Burhanuddin enggan merinci secara detail terkait topik pembicaraan dengan Prabowo siang ini. “Tadi diskusi kita, diskusi panjang. soal indonesia ke depan,” ucapnya menambahkan.
Dia mengakui, masalah burden sharing juga menjadi salah satu pokok bahasan dalam pertemuan tersebut. Disampaikan, perlunya menjaga stabilitas keuangan dalam membuat setiap kebijakan. Agar roda perekonomian nasional bisa berputar lebih cepat.
“Kebijakan moneter harus seperti apa perbankan seperti apa untuk fiskal seperti apa supaya bisa menggulirkan perekonomian lebih cepat,” tutur mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur itu.











