Prestasi Mandek, PBSI Rombak Jajaran Pelatih Ganda Campuran: Rionny Mainaky Dicopot!

Prestasi Mandek, PBSI Rombak Jajaran Pelatih Ganda Campuran: Rionny Mainaky Dicopot!

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Kamis, 30 Juli 2026 – 20:26 WIB

Pelatih kepala sektor ganda campuran PBSI, Rionny Mainaky. (Foto: PBSI)

Pelatih kepala sektor ganda campuran PBSI, Rionny Mainaky. (Foto: PBSI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

PP PBSI resmi melakukan penyegaran di jajaran kepelatihan sektor ganda campuran. Kepala Pelatih Ganda Campuran Rionny Mainaky beserta asisten pelatih Amon Sunaryo mengakhiri tugasnya di Pelatnas PBSI Cipayung.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan atlet di Pelatnas.

“Pergantian pelatih bukan semata-mata melihat hasil pertandingan dalam jangka pendek. Kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pembinaan, mulai dari perkembangan atlet, efektivitas program latihan, dinamika pasangan, hingga kesiapan sektor ini menghadapi target-target besar ke depan,” kata Eng Hian dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).

PBSI juga menyampaikan apresiasi kepada Rionny dan Amon atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi yang telah diberikan selama menangani sektor ganda campuran.

Terkait penerus tongkat estafet pelatih kepala dan asisten di sektor ganda campuran utama, PBSI mengaku masih belum mengambil keputusan.

Selama proses pencarian kepala pelatih baru, program latihan ganda campuran akan dijalankan dengan menggabungkan kelompok utama dan pratama.

Langkah tersebut diambil agar pembinaan tetap berjalan optimal, program latihan berkesinambungan, serta persiapan atlet menuju agenda internasional tidak terganggu.

“Kami juga mengacu pada target dan KPI yang telah ditetapkan. Dari hasil evaluasi tersebut, kami menilai perlu adanya penyegaran di jajaran kepelatihan agar sektor ganda campuran memperoleh perspektif baru, terus berkembang, dan mampu menghasilkan prestasi yang lebih optimal,” papar Eng Hian.

Jika ditelisik, keputusan melakukan pergantian pelatih tak lepas dari performa ganda campuran Indonesia yang belum menunjukkan hasil memuaskan sepanjang musim 2026.

Hingga akhir Juli, belum ada satu pun gelar bergengsi BWF World Tour yang berhasil dipersembahkan sektor ini. Bahkan, wakil Indonesia lebih sering tersingkir pada fase-fase awal turnamen sehingga gagal bersaing hingga babak akhir.

Situasi tersebut turut tercermin pada daftar peringkat dunia terbaru BWF. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia tidak lagi memiliki wakil di jajaran 10 besar sektor ganda campuran.

Saat ini, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu masih menjadi pasangan Indonesia dengan peringkat tertinggi. Namun, posisi mereka melorot dua tingkat ke peringkat ke-13 dunia dengan raihan 53.250 poin.

Penurunan peringkat itu dipengaruhi absennya Jafar/Felisha dalam dua turnamen penting di Asia Timur, yakni Japan Open dan China Open 2026. Pasangan tersebut menepi setelah Felisha mengalami cedera pergelangan kaki.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today