Presiden Prabowo Subianto (kiri) berdialog dengan Pimpinan Forbes Media Steve Forbes (kanan) pada Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025).(Foto: Antara Foto/Muhammad Adimaja/tom).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa program percontohan Desa Nelayan telah menunjukkan hasil yang mengejutkan dengan peningkatan penghasilan nelayan hingga dua kali lipat. Peningkatan itu didapat hanya melalui penyediaan fasilitas dasar seperti dermaga sederhana dan alat produksi es.
“Sungguh luar biasa. Saya sendiri sangat terkejut. Saya pikir mungkin 40 persen, 50 persen, tapi peningkatannya 100 persen. Ini hanya untuk hal-hal mendasar seperti es, dan tentu saja fasilitas untuk melelang ikan,” kata Prabowo saat berbicara di Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10) malam.
Presiden menjelaskan bahwa program yang dijalankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan ini fokus pada pengadaan infrastruktur dasar yang selama ini belum tersedia di banyak desa pesisir, seperti es untuk pengawetan hasil tangkapan, dermaga kecil, serta fasilitas lelang ikan.
“Banyak desa ini tidak memiliki dermaga sederhana. Jadi, kami bangunkan dermaga untuk mereka. Mereka bahkan tidak punya es. Jadi, kami sediakan pembiayaan agar mereka bisa membangun fasilitas produksi es kecil,” ujarnya.
Dengan adanya es setiap hari, kata Prabowo, hasil tangkapan nelayan kini bisa kembali dalam kondisi segar. Selain itu, Desa Nelayan juga dilengkapi dengan penyimpanan dingin, listrik dari panel surya, sekolah, klinik, serta fasilitas sosial lainnya.
Melihat keberhasilan ini, Presiden Prabowo menargetkan pembangunan 1.000 Desa Nelayan di seluruh Indonesia hingga akhir 2026. Ia memperkirakan program ini akan menjangkau hingga 2 juta nelayan, dan jika dikalikan dengan anggota keluarga, akan menyentuh sekitar 8 juta masyarakat secara langsung.
Untuk memastikan keberlanjutan distribusi hasil perikanan, pemerintah juga akan mengandalkan jaringan 81.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah disiapkan. Setiap koperasi akan dilengkapi gudang, cold storage, minimarket, klinik, serta pembiayaan dua truk untuk distribusi hasil panen.














