Waka BGN: Selain Susu, Prabowo Minta Dua Jenis Lauk di Menu MBG

Waka BGN: Selain Susu, Prabowo Minta Dua Jenis Lauk di Menu MBG

Nebby Medium.jpeg

Kamis, 16 Oktober 2025 – 00:36 WIB

 Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat (26/9/2025). (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat (26/9/2025). (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyajikan minimal dua jenis lauk dalam setiap hidangan, selain susu.

“Selain susu, harus ada dua jenis lauk, bukan satu,” ujar Nanik saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (15/10).

Nanik menjelaskan, arahan tersebut bertujuan untuk memastikan kecukupan gizi anak-anak Indonesia melalui layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah.

“Presiden Prabowo bercita-cita agar ke depan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan mampu bersaing di kancah global,” katanya.

Menurut Nanik, Presiden Prabowo bahkan terlibat langsung dalam menghitung kebutuhan gizi harian anak-anak dan merancang menu yang sesuai dengan anggaran yang tersedia.

“Beliau hitung sendiri, dan berkesimpulan bahwa dengan Rp10 ribu itu masih bisa pakai ayam dan telur,” ungkapnya.

Terkait pelaksanaan di lapangan, Nanik menekankan pentingnya integritas dan pengelolaan anggaran bahan baku yang jujur. Ia mengingatkan agar tidak ada pemangkasan maupun mark up dalam pengadaan bahan makanan.

“Jangan dipangkas, dan juga jangan di-mark up. Anggaran bahan baku itu harus penuh,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh pelaksana program di tingkat SPPG — mulai dari ahli gizi, akuntan, hingga kepala satuan — untuk saling mengingatkan demi menjaga kualitas dan integritas program.

“Tolong semuanya saling mengingatkan, baik ahli gizi, akuntan, maupun kepala SPPG, untuk mengawal menu,” kata Nanik.

Lebih lanjut, Nanik menegaskan bahwa Program MBG bukanlah proyek komersial, melainkan bentuk nyata dari perhatian Presiden Prabowo terhadap masa depan anak-anak bangsa.

“Program MBG ini bukan bisnis, melainkan kecintaan Pak Prabowo kepada anak-anak Indonesia,” ujar dia.
 

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today