Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan proses naturalisasi dua pemain keturunan, Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level internasional.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, mengatakan kehadiran kedua pemain tersebut dibutuhkan untuk mendukung target ambisius federasi, yakni membawa Indonesia masuk 50 besar ranking FIFA.
“Kedua atlet diperlukan untuk mencapai target peringkat 50 besar FIFA. Saat ini kita berada di peringkat 118,” kata Sumardji dalam rapat kerja bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Hukum, serta Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Rabu (17/6).
Menurut Sumardji, target tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang yang akan dijalankan dalam lebih dari lima tahun ke depan. Selain masuk 50 besar dunia, PSSI juga membidik posisi 10 besar Asia sebagai salah satu indikator kemajuan sepak bola nasional.
Tak hanya itu, federasi juga menargetkan Timnas Indonesia mampu tampil secara konsisten di putaran final Piala Dunia FIFA dan Piala Asia AFC.
Sumardji menjelaskan proses naturalisasi bukan semata-mata untuk menambah jumlah pemain, melainkan memperkuat kedalaman skuad di berbagai posisi. PSSI ingin setiap posisi memiliki beberapa pemain berkualitas yang siap bersaing dan saling melengkapi.
Selain memperkuat tim nasional, kehadiran pemain diaspora juga diharapkan dapat membawa transfer pengetahuan, pengalaman, dan budaya sepak bola yang lebih maju kepada pemain-pemain Indonesia.
Dalam perencanaan jangka pendek lima tahun ke depan, Luke dan Mitchell diproyeksikan menjadi bagian dari skuad Garuda di berbagai ajang internasional penting. Mulai dari ASEAN Championship 2026, FIFA Series 2026-2031, hingga Piala Asia AFC 2027.
Keduanya juga dipersiapkan untuk agenda jangka panjang seperti ASEAN Championship 2028, Kualifikasi Piala Dunia 2030, ASEAN Championship 2030, Piala Dunia 2030, hingga Piala Asia 2031.
Mitchell Lee Baker saat ini bermain untuk tim sepak bola Georgetown University dalam kompetisi NCAA. Penyerang berusia 19 tahun tersebut memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu, Maureen Lee Baker.
Kakeknya, Han Koen Lie, lahir di Yogyakarta, sementara neneknya, Li Nio The Lie, berasal dari Semarang, Jawa Tengah.
Sementara itu, Luke Anthony Vickery merupakan pemain sayap berusia 20 tahun yang memperkuat Macarthur FC di kompetisi kasta tertinggi Australia.
Luke memiliki darah Indonesia dari sang ibu, Cherie Claudine Vickery. Neneknya, Hetty Nanda, diketahui lahir di Medan, Sumatera Utara.
Apabila proses naturalisasi berjalan lancar, keduanya akan menambah daftar pemain keturunan yang menjadi bagian dari proyek jangka panjang Timnas Indonesia menuju level kompetitif yang lebih tinggi di Asia dan dunia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














