Purbaya Murka Perusahaan Baja China Kelabui Pajak Puluhan Tahun: Kita Dianggap Bangsa Tempe!

Purbaya Murka Perusahaan Baja China Kelabui Pajak Puluhan Tahun: Kita Dianggap Bangsa Tempe!

Clara Medium.jpeg

Rabu, 21 Januari 2026 – 14:14 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terang-terangan meluapkan kekesalannya. Pemerintah Indonesia, kata dia, diremehkan perusahaan baja asal China yang terindikasi bertahun-tahun mengemplang pajak.

“Karena sudah terbukti sudah puluhan tahun dan kita dihina dan disepelekan seperti itu. Gimana perusahaan asing bisa beroperasi seperti itu? Dan menganggap bangsa kita bangsa tempe. Tahu bagus juga enak. Bangsa oncom juga enak. Bangsa apa? Bangsa yang bisa dikendalikan dengan uang gitu saja, enak saja tuh,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Dari total sekitar 40 perusahaan China yang terindikasi tidak patuh pajak, pemerintah kini menyoroti dua pemain besar. Meski begitu, Purbaya belum bersedia mengungkap identitas keduanya. Ia menegaskan, perusahaan-perusahaan tersebut sudah lama beroperasi dan diam-diam menguasai pasar dalam negeri.

“Mereka menguasai ini loh, di sini loh diam-diam loh. Perusahaan-perusahaan China yang ilegal diam-diam bermain di sini dan menguasai pasar domestik. Sehingga perusahaan domestik, baja yang bayar pajak sesuai aturan, terancam. Bahkan banyak yang tutup. Masa itu mau kita biarkan? Jadi ini ancaman serius ya,” katanya.

Tak hanya menyasar korporasi asing, Purbaya juga mengultimatum aparat internal. Ia memastikan akan memecat oknum pegawai pajak jika terbukti kongkalikong. Pernyataan itu muncul setelah ia mendengar pengakuan perusahaan China yang memilih jalur pembayaran pajak ilegal karena dianggap lebih murah.

“Karena kalau itu kan enggak mungkin, kalau dia bilang perusahaan Chinanya bilang ‘Indonesia enggak akan berubah, lebih baik saya bayar di belakang akan lebih murah dibanding dengan kalau saya bayar legal atau secara sah’, itu kan pernyataan yang kurang ajar. Biar aja mereka dengar nanti kita beresin,” tegasnya.

Visited 5 times, 1 visit(s) today