Realisasi Belanja Masih Rendah Bikin Mumet Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Bakal Melesat?

Realisasi Belanja Masih Rendah Bikin Mumet Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Bakal Melesat?

Clara Medium.jpeg

Sabtu, 4 Oktober 2025 – 18:47 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Thomas AM Djiwandono (kanan) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025). (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto/nym).

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Thomas AM Djiwandono (kanan) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025). (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto/nym).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tutup tahun makin dekat, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadapi masalah besar yang bikin pusing. Serapan anggaran baru setengah lebih sedikit.

Direktur Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Astera Primanto menyebut, realisasi belanja pemerintah pusat yang hingga saat ini, masih rendah.

Angkanya baru 55 persen dari total pagu anggaran 2025 sekitar Rp3.621,3 triliun. Atau setara  Rp1.991,7 triliun. Masih tersisa Rp1,629,6 triliun yang harus habis dalam 3 bulan. Atau harus digunakan Rp543,2 triliun per bulan. Ini yang bisa bikin mumet Menkeu Purbaya.

Lalu apa biang keroknya? Menurut Prima, salah satunya adalah lahirnya beberapa Kementerian/Lembaga baru. “Tantangan di tahun ini adalah, yang pertama adanya Kementerian/Lembaga yang baru. Karena biasanya ini harus mulai menyusun organisasinya, anggaran dan lainnya,” kata Prima, sapaan akrabnya, di Jakarta, dikutip Sabtu (4/10/2025).

Hal lainnya, menurut Prima, adanya kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan sejak awal tahun ini, tercantum dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Beleid itu, membuat sejumlah K/L kembali merencanakan ulang seluruh rencana kerja dan anggaran (RKA)-nya berdasarkan prioritas dan arahan Kepala Negara.

“Jadi, semua K/L harus adjustment lagi. Setelah itu, mereka melakukan perencanaan lagi, mana yang prioritas, mana yang nggak. Sehingga schedule [program/proyek]-nya jadi agak mundur,” tutur dia.

Sebelumnya, dia melaporkan, realisasi belanja pemerintah pusat hingga awal Oktober 2025, baru mencapai Rp1.481,7 triliun. Masih sangat jauh total pagu yang ditetapkan dalam APBN 2025.

Asal tahu saja, pemerintah menetapkan total pagu belanja pemerintah pusat, yang terdiri dari belanja K/L dan non-K/L baru terealisasi 55 persen. Khusus belanja K/L baru mencapai sekitar Rp815 triliun. Atau hanya 63 persen dari pagu APBN.

Masih cukup besar angkanya, sementara pergantian tahun terus mendekat. Hal ini tentunya berdampak kepada capaian pertumbuhan ekonomi yang tahun ini ditargetkan bisa menclok di level 5,2 persen.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today