Chipset 2 nanometer (nm) terbaru dari Samsung, Exynos 2600, menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan dalam uji benchmark Geekbench terbaru. Performa chip ini kini setara dengan chip kelas atas lain yang ada di pasaran, menyusul penyesuaian yang dilakukan Samsung setelah hasil uji sebelumnya kurang memuaskan.
Dilaporkan oleh Gizmochina, Sabtu (30/8/2025), Exynos 2600 sempat diuji pada Juli lalu dan mencatatkan skor single core 2.155 poin dan multi-core 7.788 poin. Namun, dalam pengujian terbaru, Samsung berhasil meningkatkan kinerjanya secara drastis. Skornya melonjak menjadi 3.309 untuk single core dan 11.256 untuk multi-core.
Peningkatan performa ini menempatkan Exynos 2600 di posisi yang sangat kompetitif, bahkan mengungguli Snapdragon 8 Elite. Walaupun demikian, Snapdragon 8 Elite 2 masih memiliki keunggulan performa pada benchmark awal.
Peningkatan Kinerja Berkat Kecepatan CPU
Peningkatan signifikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan kecepatan CPU. Inti utama Cortex-X930 kini berjalan pada kecepatan 3,8GHz, naik dari sebelumnya 3,55GHz. Selain itu, tiga inti performa Cortex-A730 juga meningkat menjadi 3,26GHz, dari sebelumnya 2,96GHz.
Enam inti efisiensi Cortex-A730 juga tak luput dari peningkatan, dengan kecepatan mencapai 2,76GHz dibandingkan sebelumnya 2,46GHz. Peningkatan ini menunjukkan optimalisasi yang serius dari pihak Samsung untuk memaksimalkan potensi chip 2nm pertamanya.
Teknologi Canggih untuk Performa Optimal
Exynos 2600 diproduksi dengan proses GAA 2nm dari Samsung Foundry, yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi daya, manajemen termal, dan kinerja kecerdasan buatan (AI). Untuk mencegah panas berlebih, chip ini diperkirakan akan dilengkapi dengan teknologi Heat Path Block (HPB) baru.
Teknologi ini berupa heatsink berbahan tembaga mikro yang terintegrasi langsung di atas prosesor dan memori, sehingga suhu dapat tetap terkendali.
Exynos 2600 diperkirakan akan memulai debutnya pada model ponsel pintar unggulan Samsung, yaitu Galaxy S26 Pro dan S26 Edge, pada awal 2026. Namun, model tertinggi Galaxy S26 Ultra kemungkinan akan tetap menggunakan chip dari Qualcomm, yakni Snapdragon 8 Elite 2.
Selain untuk perangkat gadget, Samsung juga telah menandatangani kesepakatan senilai US$16,5 miliar dengan Tesla untuk chip 2nm, menunjukkan adopsi teknologi chip canggihnya yang semakin luas.














