Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2025).(Foto: inilah.com/ Reyhaanah Asya)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua MPR Ahmad Muzani mengaku tidak mempermasalahkan ketika BUMN dipimpin warga negara asing (WNA). Selama aturannya memungkinkan, maka tidak ada masalah.
“Sejauh peraturannya memungkinkan saya kira tidak ada masalah asal peraturannya memungkinkan enggak, memungkinkan kan? Memungkinkan apa enggak peraturannya? Nanti cek lagi,” kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025).
Selama ini, kata Muzani, pemerintah menjalankan kebijakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga, ketika aturan mendukung pemerintah menunjuk pimpinan BUMN boleh diisi WNA, maka tidak ada masalah.
Sebaliknya, jika tidak ada regulasi yang mengatur, maka kebijakan tersebut tak seharusnya diambil. Muzani pun menegaskan pemerintah wajib menaati peraturan perundangan-undangan yang berlaku dalam setiap menjalani kebijakan.
“Sekali lagi peraturan perundang-undangan itu adalah kesepakatan bersama yang kita buat dan itu harus kita junjung bersama. Dan, saya yakin pemerintahan Prabowo adalah pemerintahan yang bertekad menaati itu semuanya,” ucap Muzani menambahkan.
Dalam RUPS PT Garuda Indonesia (Persero/GIAA) Tbk yang digelar 15 Oktober 2025, menunjuk dua WNA duduk di jajaran direksi. Mereka adalah Neil Raymond Mill, mantan bos Green Africa Airways, Neil Raymond Mills, ditunjuk sebagai Direktur Transformasi Garuda Indonesia. Dan, Balagopal Kuduvara, mantan petinggi Singapore Airlines, ditunjuk sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia.
Menurut Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Patria Sjahrir, penunjukan WNA merupakan keputusan yang lazim dilakukan oleh maskapai-maskapai besar di luar negeri.
Misalnya, maskapai Emirates yang mayoritas direksinya bukan warga negara Uni Emirat Arab. Atau Air New Zealand, mayoritas direksinya bukan warga Selandia Baru.
“Kehadiran WNA di direksi maskapai pelat merah, kita diharapkan dapat memberikan perspektif baru di perusahaan. Selaras dengan upaya Danantara di mana, pada setahun pertama pembentukan badan pengelola investasi ini akan melakukan pembentukan sumber daya manusia (SDM),” bebernya.
Setelah membentuk SDM yang berkualitas, barulah Danantara membentuk struktur dan organisasi yang kuat. Dua tahun ke depan, Danantara akan melakukan berbagai kerja sama untuk menarik investasi.













