Pengunjung mendatangi stan produsen mobil asal China, BYD, selama Indonesia International Motor Show (IIMS) di Surabaya pada 29 Mei 2024. (Foto: AFP)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kisruh layanan purnajual (aftersales) yang dikeluhkan oleh politikus senior Akbar Faizal terkait sedan listrik BYD Seal miliknya akhirnya menemui titik terang. Pihak PT BYD Motor Indonesia secara resmi mengonfirmasi bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara baik dan kekeluargaan.
Langkah cepat diambil oleh pabrikan asal Tiongkok tersebut usai keluhan Akbar Faizal viral di media sosial. Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan bahwa mediasi antara semua pihak yang terlibat telah membuahkan hasil positif.
“Berdasarkan update terakhir, pihak diler telah melakukan komunikasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk dengan konsumen secara langsung,” ungkap Luther dalam keterangannya kepada inilah.com di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Apresiasi Keterbukaan Semua Pihak
Lebih lanjut, Luther menyampaikan apresiasinya atas sikap kooperatif dari seluruh instansi yang sempat disebut saling lempar tanggung jawab. Kesepakatan damai kini telah dicapai antara Akbar Faizal selaku konsumen, pihak diler BYD, perusahaan asuransi, hingga pihak leasing (Clipan Finance).
“Kami mengapresiasi atas keterbukaan semua pihak dalam proses tersebut, sehingga kini telah mencapai penyelesaian secara baik dan damai,” tambahnya.
Evaluasi Layanan Purnajual Diler
Kasus ini sekaligus menjadi teguran keras dan bahan evaluasi bagi jaringan diler BYD di Indonesia. Menyadari pentingnya kepuasan pelanggan, pihak BYD Motor Indonesia berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap standar pelayanan (Standard Operating Procedure/SOP) di seluruh dilernya.
“Kami juga akan terus mendorong diler untuk mengedepankan respons yang cepat dan penanganan yang optimal dalam setiap keluhan konsumen,” tegas Luther.
Sebelumnya, Akbar Faizal sempat meluapkan kekecewaannya di Instagram pada Senin (13/4) lantaran BYD Seal yang dibelinya pada Desember 2025 mengalami masalah teknis hingga mobil terasa oleng atau “joget”. Penanganan yang lambat dan birokrasi perbaikan yang rumit antar-instansi sempat membuatnya menahan pembayaran cicilan hingga berujung teguran dari pihak leasing.
Kini, dengan adanya resolusi tersebut, polemik layanan purnajual yang sempat membayangi reputasi BYD di tengah gencarnya penjualan mobil listrik mereka di Tanah Air, resmi ditutup.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














