Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penerimaan pajak yang rendah khususnya pajak pertambahan nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
Purbaya bilang, jebloknya setoran kedua jenis pajak itu, lantaran lemahnya belanja pemerintah hingga kuartal III-2025.
“Karena mungkin Kuartal III agak lambat sedikit, belanjanya dan ekonomi agak melambat tapi saya yakin bulan Oktober, November, Desember semuanya akan berbalik arah. Nanti semuanya akan berbalik termasuk PPnBM dan lain-lain mendekati target yang kita miliki,” ujar Purbaya, Jakarta, dikutip Minggu (14/9/2025).
Namun demikian, Purbaya menyampaikan tak perlu khawatir, penurunan kedua jenis pajak itu, bakal berdampak kepada pembiayaan pembangunan yang sedang berlangsung.
Alasan Purbaya, pemerintah masih memiliki saldo anggaran lebih (SAL) yang diparkir di Bank Indonesia (BI) yang bisa digunakan jika penerimaan pajak gagal memenuhi target.
“Tapi, seandainya itu let’s say di bawah target pun enggak usah takut, tahun lalu masih ada sisa uang anggaran SAL yang cukup banyak. Jadi anda enggak usah takut mungkin kita enggak punya uang untuk membangun,” ucapnya.
Dia optimistis, program percepatan pembangunan dapat mendorong pemulihan penerimaan negara. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi dapat tercapai sesuai target.
“Kalau itu jalan, semua program ini berjalan, saya yakin target-targetnya akan tercapai dan pertumbuhan ekonomi akan setinggi yang kita prediksi sebelumnya,” jelas dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Bimo Wijayanto melaporkan empat sumber utama penerimaan pajak hingga Juli 2025. Yakni PPh Badan mencapai Rp174,47 triliun atau turun 9,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy); PPh Orang Pribadi sebesar Rp14,98 triliun atau naik 37,7 persen (yoy); PPN dan PPnBM sebesar Rp350,62 triliun atau turun 12,8 persen (yoy), serta PBB sebesar Rp12,53 triliun atau naik 129,7 persen (yoy).
Dengan tren yang masih tertekan ini, pernyataan optimistis dari Menkeu Purbaya, menjadi ujian besar apakah penerimaan pajak benar-benar mampu terkejar di penghujung tahun.














