Sidak Gudang Bulog Temukan 1.200 Ton Beras Menghitam, Titiek Soeharto Naik Pitam!

Sidak Gudang Bulog Temukan 1.200 Ton Beras Menghitam, Titiek Soeharto Naik Pitam!

Reza Medium.jpeg

Sabtu, 27 September 2025 – 09:15 WIB

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyidak gudang beras milik Bulog di Maluku Utara. (Foto: Gerindra.id)

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyidak gudang beras milik Bulog di Maluku Utara. (Foto: Gerindra.id)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, tak bisa menahan amarah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Gudang Bulog Tabahawa, Maluku Utara, belum lama ini.

Titiek langsung naik pitam ketika menemukan tumpukan beras cadangan pemerintah (CBP) yang warnanya menghitam karena sudah terlalu lama disimpan.

Dalam video yang diunggah akun resmi DPR RI, ekspresi kecewa Titiek terlihat jelas. Ia menegaskan agar pihak Bulog melaporkan kondisi sebenarnya tanpa ditutup-tutupi kepada pimpinan kementerian maupun kantor pusat. “Ini untuk mengecek kondisi beras yang ada di sini. Ternyata ada yang sudah setahun lebih, masuk Mei 2024, dan masih ada 1.200 ton,” ucapnya, dikutip di Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Titiek mempertanyakan alasan stok lama itu tak segera disalurkan sehingga kualitasnya menurun drastis. Sambil menunjuk tumpukan beras berwarna abu-abu, ia menilai beras tersebut sudah tidak layak konsumsi. “Saya nggak tahu ini mau disimpan sampai kapan. Kenapa nggak disalur-salurkan?” ujarnya dengan nada tinggi.

Ia juga menyoroti beras yang dilepas Bulog melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp65 ribu per kemasan 5 kilogram. Menurutnya, kualitas beras yang dijual ke masyarakat jauh dari kata standar.

“Kalau SPHP dapatnya yang kayak begini, jelas nggak layak. Buat bantuan pun tidak pantas, apalagi untuk dijual. Mungkin cocoknya untuk pakan ternak,” tegasnya.

Bagi Titiek, persoalan beras bukan sekadar urusan distribusi pangan, melainkan menyangkut hak rakyat untuk hidup sehat dan layak. Karena itu, ia mendesak Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Bulog segera mengambil langkah cepat agar stok lama segera tersalurkan sebelum makin rusak.

“DPR RI akan menggelar rapat kerja lintas lembaga supaya distribusi bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Rakyat berhak makan beras terbaik, bukan beras berkualitas buruk seperti ini. Kalau disalurkan dalam kondisi begini, jelas tidak layak,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, Kepala Perum Bulog Cabang Ternate, Jefry Tanasy, yang mendampingi langsung, memilih bungkam ketika dicecar pertanyaan mengenai tumpukan beras yang dibiarkan menumpuk lebih dari setahun itu.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today