Siswa SMK Cyber Media Dibekali Jurus Anti-Hoaks, Polisi Ingatkan: Hati-hati Jempolmu!

Siswa SMK Cyber Media Dibekali Jurus Anti-Hoaks, Polisi Ingatkan: Hati-hati Jempolmu!

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 20 Oktober 2025 – 16:37 WIB

Kegiatan bertajuk “Penguatan Karakter dan Literasi Digital Cerdas, Kritis Tanpa Hoax & Hate Speech” yang digelar di Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). (Foto: inilah.com)

Kegiatan bertajuk “Penguatan Karakter dan Literasi Digital Cerdas, Kritis Tanpa Hoax & Hate Speech” yang digelar di Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). (Foto: inilah.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ratusan siswa SMK Cyber Media di Jakarta Selatan hari ini, Senin (20/10/2025), mendapat peringatan keras dari aparat kepolisian dan pejabat dinas pendidikan untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Pesan “Hati-hati dengan jempolmu!” menjadi inti dari acara literasi digital yang bertujuan membentengi pelajar dari bahaya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Karakter dan Literasi Digital Cerdas, Kritis Tanpa Hoax & Hate Speech” ini menghadirkan sejumlah narasumber untuk menanamkan kesadaran bermedia sosial secara sehat.

Kasatlak Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Ibu Nunuk, saat membuka acara menegaskan bahwa setiap tindakan di dunia maya memiliki konsekuensi hukum dan moral.

“Setiap postingan, komentar, atau unggahan pasti dipertanggungjawabkan. Jangan sampai jari kita justru menjadi sumber masalah. Ingat, hoaks dan ujaran kebencian bukan hanya merusak diri sendiri, tapi juga memecah persatuan,” tegas Nunuk.

Sementara itu, AKBP Rezky Suryawijaya dari kepolisian mengimbau para pelajar untuk selalu bersikap kritis dan memanfaatkan kanal cek fakta sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Ia juga mengaitkan pentingnya literasi digital dengan ketahanan nasional.

WhatsApp Image 2025-10-20 at 16.21.45.jpeg

“Pemerintah tengah fokus pada penguatan ketahanan pangan. Untuk mendukung itu, generasi muda perlu memiliki ketahanan digital, yakni kemampuan memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi. Hoaks bisa menggoyahkan kepercayaan publik terhadap kebijakan positif pemerintah,” tutur Rezky.

WhatsApp Image 2025-10-20 at 16.21.46.jpeg

Pembekalan juga datang dari Creative Director Inilah.com, Rebby Noviar, yang menjelaskan taktik penyebaran hoaks melalui manipulasi emosi dan judul provokatif. Ia secara khusus mengingatkan bahaya baru dari penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Sekarang sudah banyak video manipulatif menggunakan AI yang bisa membuat publik salah paham terhadap tokoh tertentu. Jadi, hati-hati sebelum percaya atau ikut menyebarkannya,” tambah Rebby.

Acara ini diakhiri dengan pesan kepada seluruh siswa untuk selalu berpikir sebelum mengetik, memverifikasi sebelum membagikan, dan menggunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan.

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today