Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/5/2025). (Foto: Antara/Fathur Rochman).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra mengungkap, sejumlah petugas yang terlibat peredearan narkoba di lapas telah dikenai sanksi berat, mulai dari penurunan pangkat hingga pemberhentian.
“Ya, petugas yang terlibat ditindak ada yang diberhentikan, ada yang di apa namanya, diturunkan pangkatnya,” ujar Yusril kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Yusril juga menyebut tindakan lebih massif telah diambil terhadap ribuan petugas yang dinilai kurang disiplin. Mereka dikirim ke Nusakambangan untuk pembinaan.
“Dan yang kurang disiplin juga lebih seribu orang, sekarang ini di bawa ke Nusakambangan untuk dididik memperkuat disiplin mereka sebagai petugas pemasyarakatan,” jelas dia tegas.
Tekanan untuk membersihkan Lapas dari narkoba juga datang dari parlemen. Buntut mencuatnya kasus yang melibatkan artis Ammar Zoni, DPR RI memutuskan untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) Khusus.
Wakil Ketua Komisi III DPR, Andreas Hugo Pareira, menegaskan masalah narkoba di Lapas adalah lingkaran setan yang terus berulang harus segera diputus. “Kita akan bentuk Panja. Jadi kita bisa tahu lebih jauh, lebih mendalami persoalan, sekaligus mendengar masukan dari masyarakat dan para ahli,” kata Andreas.
Panja ini, menurut Andreas, akan melakukan asesmen menyeluruh untuk menemukan akar masalah. Ia ingin memastikan apakah masalahnya terletak pada kelalaian individu atau justru pada infrastruktur yang buruk. Politikus PDIP itu mengaku mendapat banyak laporan tentang kondisi Lapas yang memprihatinkan.
“Bayangkan, seorang petugas lapas harus mengawasi 40 orang. Ini menjadi salah satu kendala utama. Tapi, ini adalah masalah yang dihadapi secara keseluruhan di Indonesia,” ujarnya.
Lebih dari sekadar masalah teknis, Andreas menaruh curiga adanya permainan terorganisir. “Itu pasti ada permainan dari luar dan dari dalam. Kita aja, kami aja masuk ke lapas harus diperiksa habis-habisan. Lalu, kok bisa barang itu bisa ada di dalam? Ini yang harus kita usut tuntas,” tegasnya.














