Survei Ipsos: Keamanan Tabungan dan Deposito Jadi Prioritas Nasabah Perbankan

Survei Ipsos: Keamanan Tabungan dan Deposito Jadi Prioritas  Nasabah Perbankan

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 9 Desember 2025 – 22:46 WIB

Ilustrasi menabung. (Foto: FREEPIK/FREEPIK).

Ilustrasi menabung. (Foto: FREEPIK/FREEPIK).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Saat ini, masyarakat Indonesia, semakin berhati-hati dan selektif dalam mengelola  dana mereka. Tercermin dari kecenderungan masyarakat memilih instrumen penyimpanan dana yang aman dan stabil, khususnya deposito dan  tabungan digital.

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025, menunjukkan, pertumbuhan tabungan masyarakat di bawah Rp100 juta, hanya 4,76 persen secara tahunan alias year on year (yoy). Atau turun ketimbang Juli 2024 yang sebesar 4,89 persen.

Ternyata, penurunan suku  bunga acuan Bank Indonesia (BI), turut memengaruhi keputusan masyarakat untuk menahan  penempatan dananya di produk tabungan.

Di sisi lain, tabungan serta deposito tetap menjadi instrumen yang dianggap mampu  memberikan perlindungan nilai dana, sekaligus imbal hasil yang lebih stabil.

Tren ini juga  sejalan dengan hasil riset dalam laporan Ipsos Cost of Living 2025, mencatat, hanya 25 persen masyarakat Indonesia merasa kondisi finansial mereka berada pada kategori  ‘doing alright’, atau dalam kondisi cukup baik.

Kondisi inilah yang membuat masyarakat  semakin cermat dalam memilih layanan dan platform penyimpanan dana.

Dalam rangka memahami preferensi masyarakat terhadap layanan tabungan dan deposito  digital, Ipsos sebagai salah satu perusahaan riset pasar terkemuka di dunia, merilis survei terbarunya yang menunjukkan masyarakat Indonesia memprioritaskan keamanan, stabilitas aplikasi, kemudahan pencairan dana, hingga efisiensi biaya layanan dalam memilih platform tabungan hingga deposito digital.

Survei ini melibatkan 300  responden di Indonesia dan menilai persepsi pengguna terhadap sejumlah aplikasi bank  digital yang terus berkembang di pasar. Hasilnya, faktor keamanan dan keuntungan produk tabungan dan  deposito juga menjadi pertimbangan utama bagi para responden.

Pada kategori produk  deposito yang dinilai aman dan menguntungkan, SeaBank unggul dengan 39%, diikuti Bank Jago (30 persen), Neobank (29 persen), Allo Bank (19 persen), dan Superbank (15 persen).

Selain deposito, kemudahan pencairan bunga tabungan juga menjadi indikator penting  lainnya, di mana SeaBank kembali menjadi pilihan terbesar responden (46 persen), karena kemudahan pencairan bunga harian sehingga memberikan flaksibilitas bagi Nasabah.  Disusul Bank Jago (31 persen), Neobank (25 persen), Allo Bank (16 persen), dan Superbank (15 persen).

“Dari survei yang kami lakukan, terlihat jelas bahwa di tengah kondisi ekonomi yang  dinamis, masyarakat semakin menempatkan keamanan dan stabilitas sebagai prioritas  utama dalam mengelola dana mereka. Kemudahan pencairan, baik untuk tabungan  maupun deposito, juga menjadi faktor kunci yang memengaruhi keputusan dalam memilih  layanan digital,” jelas Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Hasil survei menunjukkan adanya kenaikan kesadaran finansial di kalangan masyarakat, membuat aspek biaya  layanan menjadi faktor yang turut diperhatikan. Promo bebas biaya admin misalnya,  menjadi salah satu alasan utama dalam memilih layanan perbankan digital.

Pada aspek ini, kata dia, posisi teratas masih di tangan SeaBank (47 persen), diikuti Bank Jago (33 persen), Neobank (26 persen), Superbank (15 persen), dan Allo Bank (11 persen).

“Performa pada aplikasi bank digital yang stabil (mudah diakses dan jarang eror), dan mudah  digunakan untuk aktivitas keuangan harian secara konsisten menjadi faktor yang penting  bagi masyarakat,” papar Hansal.

Survei ini, lanjut Hansal, menemukan bahwa mayoritas pengguna bank digital, khususnya Gen Z dan  Milenial yang paling sering menggunakan aplikasi bank digital mereka untuk transfer, top-up e wallet, dan pembayaran QRIS, disusul dengan tabungan, hingga penggunaan produk  deposito.

Hansal menegaskan, generasi pengguna yang lebih muda, mendorong perubahan preferensi dalam layanan keuangan. Mereka mengutamakan  kepraktisan dan kecepatan, termasuk dalam mengelola tabungan secara digital.

“Sehingga selain keamanan, platform yang mampu memberikan pengalaman yang lancar dan praktis akan lebih diunggulkan,” imbuhnya.

Dengan meningkatnya jumlah pemain di industri perbankan digital, lanjut Hansal, temuan ini menunjukkan  bahwa masyarakat Indonesia semakin matang dalam mengevaluasi layanan finansial.  

“Preferensi yang semakin beragam namun tetap berfokus pada keamanan, stabilitas, dan  efisiensi, menjadi sinyal penting bagi pelaku industri untuk terus memperkuat kualitas  layanan sekaligus membangun kepercayaan jangka panjang pengguna,” pungkasnya. 
 

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today