Tak Lagi Senyum, DJ Panda Irit Bicara Usai Diperiksa Polisi soal Kasus Dugaan Pengancaman Erika Carlina

Tak Lagi Senyum, DJ Panda Irit Bicara Usai Diperiksa Polisi soal Kasus Dugaan Pengancaman Erika Carlina

Giovanni Surya Saputra alias DJ Panda rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan pengancaman yang dilaporkan aktris Erika Carlina, Rabu (15/10/2025).

DJ Panda mulai masuk ke Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 13.22 WIB dan keluar sekitar pukul 17.22 WIB. Ia menjalani pemeriksaan kurang lebih empat jam.

Setelah keluar dari gedung Ditreskrimun, DJ Panda langsung berjalan ke arah mobilnya. Ia tak banyak bicara ketika ditanya soal pemeriksaan tersebut.

“Sama kuasa hukum saya saja ya,” kata DJ Panda kepada awak media.

Ketika di dalam mobil, DJ Panda juga memilih duduk di kursi bagian belakang yang tak tersorot kamera. Ia tampak tak lagi tersenyum, berbeda dengan saat sebelum pemeriksaan.

Sementara itu, Kuasa Hukumnya Michael Sugijanto mengatakan pihaknya akan berusaha kooperatif dengan proses hukum yang berjalan.

“Kami ikuti prosedur hukum saja,” ujar Michael.

Awal mula kasus ini saat Erika diduga mengalami ancaman setelah pengakuannya yang telah hamil 9 bulan saat mengisi podcast Deddy Corbuzier viral. Ia mengaku menerima ancaman serius dari seorang pria yang disebut sebagai penggemarnya sekaligus orang yang menghamilinya.

Erika Carlina menyebut ancaman itu bukan hanya menyasar dirinya. Menurutnya, pria itu juga mengancam akan menghancurkan reputasinya. Bahkan, ancaman dengan menyebar fitnah saat dirinya melahirkan pada Agustus 2025.

Awal Mula Erika Lapor ke Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya resmi menerima laporan dugaan pengancaman yang dialami aktris Erika Carlina, Sabtu (19/7/2025) pukul 01.13 WIB. Kepolisian mengungkap kronologi pengancaman yang diduga dilakukan oleh GS atau DJ Panda.

“Pelapor selaku korban menerangkan korban mengetahui dari saksi atas nama B, dimana terlapor berinisial GS mengirimkan pesan melalui Whatsapp Grup yang isinya mengancam akan menghancurkan karir korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Ade Ary menambahkan terlapor GS juga ingin membuat berita bohong dengan menyebutkan anak dalam kandungan korban bukan anaknya.

“Kemudian terlapor juga mengatakan korban seorang psikopat, selanjutnya di dalam grup Whatsapp tersebut terlapor juga mengirimkan data pribadi korban (doxing) berikut foto USG milik Korban,” katanya.

Ade Ary menyebutkan, korban telah memberikan sejumlah barang bukti yaitu dua buah rekaman layar grup WhatsApp dan percakapan grup WhatsApp.

Kemudian untuk pasal yang dipersangkakan yaitu Perbuatan Yang Tidak Menyenangkan UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 dan atau Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 UU ITE dan atau Pasal 65 Ayat (2) UU 27 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Data Pribadi.

Sebelumnya, Aktris Erika Carlina Batlawa Soekri atau Erika Carlina mengakui jika dirinya membuat laporan ke Subdit Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan ancaman.

“Aku cuman datang untuk melanjutkan proses hukum yang berjalan, ngasih bukti bukti juga pengancaman yang berbahaya untuk janin aku,” katanya di Polda Metro Jaya, seperti dikutip, Jumat (25/7/2025).

Erika menjelaskan kronologis pengancaman tersebut berawal dari dirinya yang menutupi kehamilannya sampai sembilan bulan kepada publik setelah munculnya ancaman dalam grup WhatsApp fanbase seorang Disk Jockey (DJ) bernama DJ Panda.

Ia menjelaskan di dalam grup fanbase tersebut ada 500 orang dan dirinya diancam dengan berbagai berbagai ancaman yang dilontarkan dalam grup tersebut, termasuk yang dilakukan DJ Panda sendiri.

“Bentuk ancamannya seperti penggiringan opini, ujaran kebencian, pengancaman bentuk dari apa ya, data pribadi juga. Data pribadi juga disebarluaskan. Itu semua asalnya dari dia (DJ Panda),” jelasnya.

Ia mengatakan di dalam grup fanbase tersebut ada 500 orang dan dirinya diancam dengan berbagai ancaman yang dilontarkan dalam grup tersebut, termasuk yang dilakukan DJ Panda sendiri.

“Bentuk ancamannya seperti penggiringan opini, ujaran kebencian, pengancaman bentuk dari apa ya, data pribadi juga. Data pribadi juga disebarluaskan. Itu semua asalnya dari dia (DJ Panda),” jelasnya.

Visited 5 times, 1 visit(s) today