Target Raymond/Joaquin di Indonesia Masters 2026: Extend di Hotel sampai Hari Terakhir

Target Raymond/Joaquin di Indonesia Masters 2026: Extend di Hotel sampai Hari Terakhir

Haris Medium.jpeg

Selasa, 20 Januari 2026 – 19:09 WIB

Raymond/Joaquin di Indonesia Masters 2026 (foto:inilahcom/bagas)

Raymond/Joaquin di Indonesia Masters 2026 (foto:inilahcom/bagas)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sukses melangkah ke babak 16 besar Indonesia Masters 2026. Keduanya pun menyimpan misi pribadi untuk melangkah sejauh mungkin di ajang BWF Super 500 tersebut.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Joaquin, usai mengandaskan wakil wakil Prancis Eloi Adam/Leo Rossi di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (20/1/2026). Dalam laga tersebut, keduanya harus melalui laga tiga gim ketat dengan skor akhir 22-20, 15-21, 21-10.

“Kalau target sih saya sendiri sampai hotel saya extend sampai hari terakhir, targetnya,” ujar Joaquin sembari berkelakar kepada awak media.

Bagi Joaquin, ajang Indonesia Masters 2026 merupakan debutnya tampil di Istora, Senayan pada turnamen kelas elit. Ia tak menampik ajang ini jadi pengalaman berkesan tersendiri bagi dirinya.

“Benar-benar tidak menyangka bisa seramai ini. Ini pertama kali saya main di Indonesia Masters. Atmosfernya sangat luar biasa dibandingkan turnamen-turnamen lain,” ungkapnya.

Sebelumnya pada laga tersebut, juara Australia Open 2025 itu sempat kehilangan gim kedua, setelah tampil cukup baik di gim pertama.

Sejak gim pertama, keduanya tampil agresif dengan mengandalkan permainan menyerang. Pertarungan berjalan ketat hingga poin-poin krusial, sebelum akhirnya pasangan Indonesia berhasil mengamankan gim pembuka dengan skor tipis 22-20.

Namun, situasi berubah pada gim kedua. Adam/Rossi mampu menguasai permainan dan memaksa Raymond/Joaquin berada di bawah tekanan. Meski sempat unggul pada interval, pasangan Indonesia gagal menjaga momentum dan harus menyerah 15-21.

Nikolaus Joaquin mengungkapkan perubahan pola permainan dari lawan menjadi faktor utama hilangnya gim kedua.

“Di gim kedua, saat interval kami sempat memimpin, tetapi lawan mengubah pola permainan dan kami terlambat mengantisipasinya,” ujar Joaquin.

Sementara itu, Raymond menilai kegagalan merebut gim kedua juga dipengaruhi oleh faktor nonteknis. Ia mengakui terlalu terburu-buru untuk menyelesaikan pertandingan. “Di gim kedua mungkin fokusnya sempat hilang dan malah jadi tekanan ke diri sendiri. Karena rasa ingin menangnya juga tinggi,” jelasnya.

Visited 5 times, 1 visit(s) today