Tiga Ilmuwan Penemu Kerangka Metal Organik Raih Hadiah Nobel Kimia 2025

Tiga Ilmuwan Penemu Kerangka Metal Organik Raih Hadiah Nobel Kimia 2025

Ikhsan Medium.jpeg

Kamis, 9 Oktober 2025 – 19:22 WIB

Komite Nobel saat mengumumkan Hadiah Nobel Kimia 2025 di Stockholm, Swedia, Rabu (8/10/2025). (Foto: AFP/Jonathan Nackstrand)

Komite Nobel saat mengumumkan Hadiah Nobel Kimia 2025 di Stockholm, Swedia, Rabu (8/10/2025). (Foto: AFP/Jonathan Nackstrand)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Dunia kimia kembali disuguhkan kabar monumental. Hadiah Nobel Kimia 2025 dianugerahkan kepada tiga ilmuwan dari tiga benua berbeda atas kontribusi luar biasa mereka mengembangkan Kerangka Metal Organik (MOF).

Komite Nobel mengumumkan pada Rabu (8/10/2025) bahwa tiga jawara tersebut adalah Richard Robson dari University of Melbourne (Australia), Susumu Kitagawa dari Kyoto University (Jepang), dan Omar M. Yaghi dari University of California-Berkeley (AS).

Ketiganya dinilai berhasil menciptakan struktur molekuler MOF yang revolusioner. Struktur ini tersusun dari ion logam yang terhubung dengan molekul organik berbasis karbon, membentuk kristal dengan rongga besar.

Inovasi Material Masa Depan

Penemuan MOF ini membuka peluang tak terbatas. Dengan menyesuaikan bahan pembentuknya, MOF bisa digunakan untuk:

– Menyimpan gas atau bahan kimia tertentu.
– Memicu reaksi kimia yang efisien.
– Menghantarkan listrik dengan presisi.

Richard Robson memulai tonggak penelitian MOF pada 1989. Ia menggabungkan ion tembaga bermuatan positif dengan molekul organik berlengan empat. Meski berhasil menciptakan kristal berongga, masalah kestabilan struktur yang mudah hancur menjadi hambatan awalnya.

Terobosan kemudian datang dari Kitagawa dan Yaghi antara 1992 hingga 2003. Susumu Kitagawa berjasa menciptakan struktur MOF yang fleksibel, sementara Omar Yaghi berhasil membuatnya menjadi stabil dan tahan lama.

post-cover

Manfaat Nyata bagi Umat Manusia

Komite Nobel menyatakan bahwa penemuan tiga ilmuwan ini membawa manfaat besar bagi kehidupan modern dan lingkungan, termasuk menguraikan sisa obat-obatan di lingkungan, menangkap karbon dioksida (CO2), dan memanen air dari udara di daerah gurun.

“Kerangka metal-organik memiliki potensi besar dan membuka peluang yang belum pernah dibayangkan sebelumnya dalam pengembangan material dengan fungsi-fungsi baru,” kata Ketua Komite Nobel Kimia, Heiner Linke.

Ketiga ilmuwan berhak berbagi hadiah sebesar 11 juta krona Swedia, atau setara Rp19,4 miliar. Sebuah pengakuan yang pantas atas terobosan ilmiah yang menjanjikan masa depan material yang lebih cerah.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today