Pemimpin senior Fatah, Marwan Barghouti, saat muncul di pengadilan di Yerusalem pada tahun 2012. (Foto: Associated Press/Bernat Armangue)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kelompok perlawanan Hamas dikabarkan telah menyerahkan daftar nama warga Palestina yang mereka minta untuk dibebaskan oleh Israel. Daftar ini merupakan syarat utama dalam implementasi kesepakatan gencatan senjata tahap pertama di Jalur Gaza.
Menurut laporan yang dikutip media lokal Israel, salah satu nama yang menjadi sorotan dan disodorkan Hamas adalah Marwan Barghouti, pemimpin senior Fatah yang saat ini menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel.
Selain itu, ada juga nama Ahmed Sa’adat, ketua Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), sebuah organisasi nasionalis Palestina Marxis-Leninis.
Baik Barghouti maupun Sa’adat dihukum seumur hidup oleh Israel. Mereka dituduh terlibat beberapa serangan yang menewaskan warga Israel.
Tukar 48 Sandera dengan 250 Tahanan Seumur Hidup
Dalam kesepakatan fase pertama ini, Hamas menyetujui pembebasan total 48 orang sandera di Gaza, termasuk jenazah sandera yang sudah meninggal. Sebagai imbalannya, Israel harus membebaskan 250 warga Palestina yang sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup.
Laporan Wall Street Journal, mengutip sumber negara Arab, menyebut Hamas bahkan menuntut Israel menyerahkan jenazah pemimpin utama kelompok mereka, Yahya Sinwar dan Mohammad Sinwar. Sebelumnya, Israel menolak pengembalian jenazah kakak-beradik itu, dengan klaim jenazah mereka disimpan di tempat rahasia.
Perlu dicatat, selama agresi, Israel telah menangkap ribuan warga Palestina secara sewenang-wenang dan menjebloskan mereka ke penjara tanpa melalui proses hukum yang memadai.
Trump Umumkan Kesepakatan Damai
Kesepakatan gencatan senjata tahap pertama ini dicapai setelah negosiasi intensif pada Rabu (8/10/2025). Pengumuman resminya disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social.
“Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel telah menandatangani Tahap Pertama Rencana Perdamaian (Peace Plan) kami,” tulis Trump.
Menurut Trump, selain pertukaran tahanan, semua sandera akan dibebaskan dan Israel akan menarik pasukan ke garis yang disepakati.
Kesepakatan itu juga memastikan masuknya minimal 400 truk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza setiap hari, selama lima hari pertama gencatan senjata. Penyaluran bantuan esensial ini akan ditingkatkan pada hari-hari berikutnya.











