PT Waskita Karya (Persero/WSKT) Tbk garap proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai. (Foto: Dok. WSKT).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ada kabar baik terkait proyek LRT Fase 1B Velodrome-Manggarai senlai Rp4,1 triliun yang digarap PT Waskita Karya (Persero/WSKT) Tbk. Progres hingga akhir 2025 sudah mencapai 82,99 persen.
Corporate Secretary WSKT, Ermy Puspa Yunita mengatakan, realisasi pembangunan proyek LRT Fase 1B Velodrome-Manggarai yang bernilai Rp4,1 triliun, mencapai 82,99 persen hingga akhir 2025.
Ermy bilang, pemasangan girder sepanjang 120 meter di atas Tol Ir Wiyoto Wiyono, merupakan salah satu tahapan krusial dalam proyek LRT Jakarta Fase 1B. Mengingat lokasi tersebut menjadi titik kritis lintasan proyek.
“Waskita Karya bersyukur proses penyambungan bisa selesai dan berjalan lancar sesuai rencana. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara Perseroan dengan PT Jakarta Propertindo, pemerintah daerah, serta para stakeholder (pemangku kepentingan),” ucap Ermy, Jakarta, dikutip Kamis (15/1/2026).
Tersambungnya lintasan tersebut, kata dia, sekaligus menghubungkan jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka. Mengintegrasikan wilayah Jakarta Utara, Timur, dan Pusat melalui sistem rel layang.
Selain itu, lanjutnya, struktur utama di sepanjang Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung, kini telah tersambung. Sementara untuk pekerjaan rel, realisasi trackwork mencapai 4,7 kilometer (km).
“Sementara untuk pekerjaan arsitektural dan Mekanikal, Elektrikal, Plumbing (MEP) sedang berlangsung di Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, serta Stasiun Manggarai. Kami optimis pembangunan LRT Jakarta Fase 1B selesai tepat waktu,” lanjut Ermy.
Proyek LRT Jakarta Fase 1B ini, kata Ermy, turut mengantarkan Waskita Karya masuk sebagai finalis Bentley’s Going Digital Awards Year in Infrastructure (YII) 2025 yang digelar di Amsterdam, Belanda. Penerapan inovasi digital dalam proyek tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi, keselamatan kerja, serta keberlanjutan proses konstruksi.
Pembangunan proyek ini, kata dia, menjadi contoh pemanfaatan teknologi untuk mendukung proyek infrastruktur di kawasan perkotaan yang padat. Pengembangan transportasi massal di wilayah urban membutuhkan pendekatan inovatif guna mengatasi berbagai tantangan teknis di lapangan.
“Waskita menggunakan platform digital terintegrasi yang menggabungkan data spasial, model BIM, dan jadwal pekerjaan dalam satu sistem. Cara ini bertujuan memudahkan seluruh tim, baik teknis maupun nonteknis, untuk mengakses informasi proyek secara langsung serta cepat mengambil keputusan,” tutur Ermy.
Melalui metode tersebut, Perseroan mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan lebih dari 1.200 potensi kendala sebelum tahap konstruksi dimulai. Penerapan simulasi 4D tidak hanya meningkatkan aspek keselamatan kerja, tetapi juga mendorong proses pembangunan yang lebih efisien dan presisi.
Ermy menyampaikan, penyelesaian proyek ini sangat dinantikan oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya karena diharapkan dapat mengurangi kemacetan sekaligus menekan jejak karbon perkotaan, sehingga mendukung kualitas udara yang lebih baik.
“Waskita Karya berkomitmen, akan terus mendukung hadirnya sistem transportasi publik yang andal, aman, nyaman, sekaligus berkelanjutan,” pungkasnya.














